Nasional

Dewan Pers Imbau untuk Tidak Melayani Permintaan THR dari Wartawan

×

Dewan Pers Imbau untuk Tidak Melayani Permintaan THR dari Wartawan

Sebarkan artikel ini

GOSIPGARUT.ID — Ketua Dewan Pers Dr. Ninik Rahayu, S.H., M.S., mengeluarkan surat edaran yang mengimbau kepada seluruh pihak untuk tidak melayani permintaan dalam mendekati Lebaran Idul Fitri yakni Tunjangan Hari Raya (THR) dari para wartawan ataupun organisasi pers.

Menjelang mendekati perayaan Hari Raya Idul Fitri 1445 H yang akan jatuh pada tanggal 10 dan 11 April 2024, Dewan Pers mengimbau kepada seluruh pihak untuk tidak melayani permintaan THR, permintaan barang, permintaan sumbangan dalam bentuk apapun yang mungkin akan diajukan oleh pihak yang mengatasnamakan media baik dari organisasi pers, maupun organisasi wartawan.

Hal tersebut disampaikan untuk menghindari terjadinya penipuan dan penyalahgunaan profesi wartawan oleh oknum yang mengaku-ngaku sebagai wartawan, organisasi wartawan, organisasi perusahaan pers, ataupun media.

Baca Juga:   Dewan Pers: "Indopos" Melanggar Kode Etik Jurnalistik

‚ÄúSikap Dewan Pers ini dilandasi sikap moral dan etika profesi dalam menjaga kepercayaan publik dan menegakan integritas serta menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalisme kewartawanan. Selain itu juga untuk mendukung upaya pemberantasan praktek korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Dewan Pers tidak bisa mentolerir adanya praktek buruk di mana wartawan yang semakin banyak bermunculan pada saat ini meminta-minta sumbangan, bingkisan, ataupun THR,” jelas Ninik Rahayu, melalui surat edaran Dewan Pers nomor: 364/DP/K/III/2024.

Baca Juga:   Satgas Berantas Media Abal-Abal Segera Dibentuk Dewan Pers

Ia kembali menegaskan bahwa pemberian THR kepada wartawan adalah menjadi kewajiban setiap perusahaan pers kepada pegawai/wartawannya. Bila ada oknum wartawan yang mengaku dari media atau sebuah organisasi wartawan yang menghubungi bapak/ibu wajib menolaknya. Apabila mereka meminta dengan cara memaksa, memeras dan bahkan mengancam sebaiknya mencatat indentitasnya atau nomor telpon atau alamat mereka dan melaporkannya ke kantor polisi terdekat. Selain itu bisa melaporkannya kepada Dewan Pers.

Konten berbayar berikut adalah iklan platform Mixadvert dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *