GOSIPGARUT.ID — Seorang warga Kampung Mulyasari, Desa Sukalaksana, Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut, bernama Een (58), dilaporkan tewas dengan kondisi mengeluarkan darah dari mulut dan hidung. Ia tewas diduga akibat tertimpa dahan pohon yang patah saat sedang berteduh di bawah pohon kiara.
Suami korban, Dede Sukarjo, sebagaimana laporannya kepada aparat Polsek Talegong mengatakan bahwa peristiwa tewasnya Een terjadi sekira pukul 08.30 WIB pada Sabtu, 28 Oktober 2023. Saat itu dirinya yang menjemput korban sehabis memetik biji kopi di kebun, menemukan korban sudah dalam keadaan tersungkur di bawah pohon besar kiara
Di sebelah korban dilihat oleh Dede terdapat dahan pohon yang diketahui baru patah dengan diameter batang 10 centimeter dan panjang sekitar dua meter. Melihat korban yang sudah tersungkur, Dede pun langsung meminta pertolongan kepada warga sekitar dan menghubungi Polsek Talegong untuk melakukan evakuasi.
“Anggota Polsek Talegong bersama petugas Pukesmas Pembantu Desa Sukalaksana segera terjun ke lokasi begitu menerima laporan dari suami korban,” jelas Kapolsek Talegong Ipda Andri Rismayandi, Senin (30/10/2023). Di lokasi petugas pun melakukan olah TKP dan pemeriksaan yang mengkonfirmasi bahwa korban sudah meninggal dunia.
“Dari hasil pemeriksaan visum luar oleh petugas medis dari UPT Puskesmas Talegong terhadap korban, ditemukan jika jasad korban mengeluarkan darah dari hidung, mulut dan telinga, luka lecet pada pipi sebelah kiri dan luka memar pada bagian kepala atas (tulang tengkorak retak),” sambung Kapolsek.
Ia menjelaskan, korban bersama suaminya selesai memetik biji kopi di kebun miliknya yang bertempat di Kampung Mulyasari, Desa Sukalaksana, Kecamatan Talegong. Saat hendak beranjak pulang korban meminta suaminya untuk pulang terlebih dahulu sambil membawa biji kopi hasil panen. Korban beristirahat dahulu di bawah pohon kiara di tempat tak jauh dari kebun.
Selang beberapa lama, suami korban berinisiatif untuk menjemput korban karena sudah lama menunggu korban tidak kunjung datang. Saat Dede sampai di tempat korban berteduh, dilihat oleh Dede bahwa korban sudah dalam keadaan tersungkur dengan kondisi mengeluarkan darah dari mulut dan hidung. Diduga korban terkena benturan dahan pohon yang patah saat berteduh di bawah pohon. ***



.png)










