GOSIPGARUT.ID — Aksi penolakan terhadap kehadiran Habib Rizieq Shihab (HRS) terus meluas di Provinsi Jawa Barat (Jabar). Kali ini, penolakan disampaikan warga Kabupaten Garut.
Sedikitnya 150 orang warga Garut yang menamakan diri Masyarakat Garut Cinta NKRI menggelar aksi unjuk rasa yang digelar di Bundaran Lima, Kabupaten Garut, Senin (30/11/2020). Mereka mengecam keras dakwah provokatif yang kerap disampaikan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu, sekaligus menolak rencana kehadiran Habib Rizieq di Kota Dodol.
Selain membawa spanduk dan baliho berisi kecaman dan penolakan terhadap Habib Rizieq di Garut, mereka jugameneriakan yel yel “Garut Cinta Damai” dan “Menolak Provokasi yang Mengatasamakan Agama Tertentu”.
Koordinator unjuk rasa, Kusdiyanto mengatakan, selain mengecam dan menolak kehadiran Habib Rizieq di Garut, pihaknya juga menyatakan, mendukung penuh jajaran Polri/TNI yang bertindak tegas terhadap aksi provokasi yang dilakukan Habib Rizieq dan pendukungnya.
“Sebagai warga Garut yang cinta NKRI, kami secara tegas menolak ceramah yang provokatif, agar umat tidak dipecah belah demi kepentingan kelompok tertentu,” tegas Kusdiyanto dalam keterangan resminya, Senin (30/11/2020).
Menurut dia, rencana kehadiran Habib Rizieq di Garut bakal menjadi polemik bagi warga Garut. Pihaknya tidak menginginkan, Warga Garut terpecah belah gara-gara dakwah provokatif Habib Rizieq.
“Kami cinta ulama, cinta habaib, kami pun tidak anti-ormas Islam, tapi kami dengan tegas menolak dakwah-dakwah yang profokatif karena ulama sejatinya harus memberikan kedamaian dalam ceramahnya, bukan menyulut permusuhan,” tegasnya lagi.
Kusdiyanto juga mengatakan, masyarakat Garut sudah banyak yang terpapar Covid-19. Berkaca pada peristiwa kerumunan massa pendukung Habib Rizieq, pihaknya khawatir kehadiran Habib Rizieq di Garut menimbulkan hal serupa dan menambah banyak masyarakat yang terpapar Covid-19.
“Jangan korbankan masyarakat dengan kegiatan yang dapat menimbulkan cluster baru Covid-19. Garut sudah banyak yang terpapar Covid-19, jangan jadikan korban baru,” tegasnya.
Apalagi, lanjut Kusdiyanto, peristiwa kerumunan massa pendukung Habib Rizieq, baik di Bandara Soekarno Hatta, Petamburan, maupun Megamendung, sudah terbukti membuat banyak orang terinfeksi Covid-19.
“Bahkan, Rizieq Shihab sendiri terindikasi terpapar, meskipun hasilnya masih dirahasiakan. Itu pertanda bahwa Covid-19 bukan masalah main-main,” katanya.
Karena itu, pihaknya meminta agar protokol kesehatan tetap ditegakkan demi mencegah penyebaran Covid-19 lebih luas. “Mari kita ikuti protokol kesehatan dan bekerja sama dengan pemerintah untuk melakukan penegakan hukum bagi para pelanggar protokol kesehatan,” tandas Kusdiyanto. (Sndn)



.png)

















