Berita

Libatkan 38 Armada Milik DLH Garut, 230 Ton Sampah per Hari Masuk TPA Pasirbajing

×

Libatkan 38 Armada Milik DLH Garut, 230 Ton Sampah per Hari Masuk TPA Pasirbajing

Sebarkan artikel ini
Mobil truk pengangkut sampah milik DLH Garut melintas di Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Kamis (13/07/2023). (Foto: Nindi Nurdiyanti)

GOSIPGARUT.ID — Sekira 230 ton sampah per hari masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pasirbajing, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut. Sebanyak 38 armada miliki Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut terlibat dalam pengangkutan sampah sebanyak itu.

“Totalnya sekira 230 ton per hari yang masuk sampah ke TPA Pasirbajing dengan melibatkan 38 amada yang ada di LH dan 10 kendaraan yang di kecamatan dalam pengangkutan sampah itu,” ujar Kepala DLH Kabupaten Garut, Jujun Juansyah.

Ia mengungkapkan, jika berdasarkan hasil dari Rapat Evaluasi Pengelolaan Sampah yang diikuti perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) hingga konsultan kajian, kinerja DLH Garut untuk penanganan sampah ini naik sekitar 1,5 persen di tahun 2023.

Meski begitu, kata Jujun, kinerja pengelolaan sampah ini masih jauh dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Garut, di mana tahun 2023 ini seharusnya sudah mencapai 45 persen untuk pengelolaan sampah. Tapi tahun ini baru mencapai 31,5 persen. Sehingga diperlukan satu intervensi bagaimana strategi untuk meningkatkan kinerja pengolahan sampah ini.

Baca Juga:   Dinkes Garut Terjunkan Tim Medis untuk Periksa Kesehatan Warga Terdampak Kebakaran TPA Pasirbajing

“Tentu saja korelasinya adalah terkait dengan lingkup pelayanan. Artinya semakin besar lingkup pelayanan, semakin luas yang dilayani. Semakin banyak penanganan yang dilakukan, artinya semakin banyak sampah yang diangkut ke TPA,” ujarnya.

Meski demikian, Jujun menilai hal tersebut bukan solusi yang terbaik. Karena menurutnya, TPA ini memiliki kapasitas yang terbatas. Oleh karenanya, solusi yang terbaik adalah sampah itu harus selesai di hulunya disertai upaya pengurangan sampah di rumah tangga.

Guna mewujudkan hal tersebut, lanjut Jujun, DLH Kabupaten Garut akan membuat satu gerakan pengurangan sampah secara masif melalui edukasi kepada masyarakat, mulai dari kesepakatan terkait pengelolaan sampah, siapa yang mengolahnya, model sarana dan prasarana, sumber anggaran, hingga menentukan tempat mengumpulkan sampah itu sendiri.

Baca Juga:   Rawan Banjir Bandang, Kelurahan di Garut Kota Ini Dapat Perhatian Khusus dari BPBD

Seksi itu, pihaknya akan menjadikan beberapa RW di Kabupaten Garut sebagai pilot project untuk gerakan tersebut dalam mendongkrak percepatan bagaimana tingkat kesedaran dan partisipasi masyarakat ini lebih baik.

“Ini kami langsung edukasi ke masyarakat di 19 RW ini yang jadi pilot project kami, sehingga harapan ke depan bahwa kami mungkin di awal Agustus akan lebih intens, lebih masif,” lanjutnya.

Jujun menegaskan, urusan sampah ini bukan hanya tugas dari pemerintah, melainkan tugas bersama mulai dari masyarakat secara individu hingga pihak lainnya.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat mematuhi Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Garut Nomor 4 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga, bahwa masyarakat harus membuang sampah mulai dari pukul 9 malam hingga pukul 5 pagi.

Baca Juga:   Indosaku Gandeng Kampus Bisnis Umar Usman BSD dalam Literasi Keuangan: “Pindar vs Pinjol” – Biar Nggak Salah Pilih!

“Sehingga nanti pada saat pengangkutan dilakukan dari pukul 5 (pagi) sampai pukul 8 (pagi) tidak ada lagi sampah di pukul 9, 10, dan 11. Sehingga kesannya bahwa tidak ada lagi sampah yang seolah tidak ditangani seperti itu, wlaupun kami tetap melakukan penyisiran juga pada saat pukul 10 – pukul 11,” imbaunya.

Di samping itu, pihaknya juga akan mencoba mereplikasi pojok edukasi lingkungan (Puding) di RW-RW sebagai pilot project gerakan yang akan dilakukan, sehingga masyarakat mulai belajar memilah mana sampah organik dan anorganik.

“Diharapkan secara bersama-sama bahwa kita bisa menghasilkan atau menggolkan tujuan bagaimana Garut ini menjadi bebas sampah pada tahun 2025,” pungkas Jujun. (Yan AS)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *