Berita

Kasus Covid-19 di Garut Mengalami Peningkatan, Dua Orang Meninggal Dunia

×

Kasus Covid-19 di Garut Mengalami Peningkatan, Dua Orang Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI -- Pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

GOSIPGARUT.ID — Kasus Covid-19 mengalami peningkatan di Kabupaten Garut. Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut per Ahad (30/4/2023), terdapat 82 kasus aktif di daerah ini.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Leli Yuliani mengatakan, penambahan kasus Covid-19 dalam beberapa hari terakhir memang cukup tinggi. Pada Minggu (30/4/2023), terdapat 23 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Garut.

“Beberapa hari ini penambahan di atas 20 kasus. Hari ini (Minggu) bahkan ada dua yang meninggal dunia,” katanya.

Menurut Leli, sebaran kasus Covid-19 di Kabupaten Garut cukup merata. Kasus baru disebut banyak ditemukan di wilayah perkotaan. Namun, bukan berarti tak ada kasus dari wilayah lainnya.

Dinkes Kabupaten Garut mengaku belum mengetahui varian Covid-19 yang saat ini menyebar di Kabupaten Garut. Namun, peningkatan kasus Covid-19 di daerah ini merupakan imbas dari meningkatnya aktivitas selama momen libur Lebaran.

“Kan biasanya seperti itu, saat Lebaran atau tahun baru kasus naik. Namun, mudah-mudahan tidak lama,” ujar Leli.

Data Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut menyebutkan, dari total 82 kasus yang aktif saat ini, sebanyak 55 kasus di antaranya menjalani isolasi mandiri. Sementara itu, sebanyak 27 kasus harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Baca Juga:   Polres Garut dan Dishub Cek Kelayakan Angkutan di Jalur Nasional Limbangan, Antisipasi Kecelakaan

Kendati demikian, Pemkab Garut dinilai sudah melakukan sejumlah antisipasi. Salah satunya dengan menyiagakan ruang isolasi Covid-19 di setiap rumah sakit. Namun, tempat isolasi terpusat disebut belum akan diaktifkan kembali.

Ihwal vaksinasi Covid-19, Leli mengakui, pelaksanaannya sempat terhenti selama beberapa hari terakhir karena stok vaksin telah habis. Namun, Pemkab Garut telah kembali meminta distribusi vaksin ke Provinsi Jawa Barat.

“Mudah-mudahan bisa segera datang sehingga Selasa bisa kita gencarkan lagi,” kata dia.

Dengan adanya peningkatan kasus Covid-19, masyarakat di Kabupaten Garut diminta untuk kembali menerapkan protokol kesehatan (prokes). Apalagi, status pandemi Covid-19 belum dicabut.

Leli juga mengimbau masyarakat yang belum melakukan vaksinasi untuk segera melengkapinya. “Karena dari beberapa kasus, masih ada yang sampai meninggal dunia. Rata-rata itu karena komorbid atau belum lengkap vaksinasinya,” ujarnya.

Peningkatan kasus Covid-19 di Kabupaten Garut diikuti dengan bertambahnya jumlah pasien positif yang diisolasi di rumah sakit. Alhasil, tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di RSUD dr Slamet Kabupaten Garut mengalami peningkatan.

Baca Juga:   Dukung 100 Persen Stop BAB Sembarangan, Pemkab Garut Salurkan Bantuan 3.750 Kloset

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Garut per 30 April 2023, sebanyak 25 tempat tidur dari total 32 tempat tidur untuk pasien Covid-19 di RSUD dr Slamet telah terisi. Artinya, BOR di rumah sakit itu telah mencapai 78,13 persen.

Namun, secara keseluruhan, BOR seluruh rumah sakit di Kabupaten Garut masih relatif rendah, yaitu 3,6 persen. Dari total 246 tempat tidur yang tersedia, hanya 32 unit yang digunakan pasien Covid-19.

Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD dr Slamet Kabupaten Garut, Zaini Abdillah, mengatakan, pasien Covid-19 yang dirawat di tempatnya bekerja masih terus bertambah. Per 1 Mei 2023, terdapat 29 orang pasien Covid-19 yang diisolasi di RSUD dr Slamet.

“BOR yang sudah maksimal, kami tambah lagi,” kata dia, Senin (1/5/2023).

Menurut Zaini, RSUD dr Slamet telah melakukan langkah kontingensi dengan mengonversi ruang perawatan pasien umum jadi ruang isolasi. Terdapat sebanyak 19 tampat tidur yang sudah disiapkan sebagai tambahan. Ruang isolasi tambahan itu sebelumnya digunakan untuk penanganan kasus Covid-19. Namun, karena kasus sempat melandai, ruangan itu kembali difungsikan untuk pasien umum.

“Karena sekarang ada lonjakan, kami ambil langkah kontingensi. Ruangan umum itu sudah dikosongkan sejak dua hari lalu untuk disiagakan untuk pasien Covid-19,” ujar dia.

Baca Juga:   DPMD Garut: 61 Petahana Kades Ikut Pilkades Serentak, Hanya 29 yang Terpilih Lagi

Menurut Zaini, saat ini sudah tersedia 50 tempat tidur yang tersedia untuk pasien Covid-19 di RSUD dr Slamet. Apabila ke depannya ada lonjakan, pihaknya siap untuk kembali menambah ruang isolasi sesuai pedoman yang berlaku. “Jadi, kapan pun dibutuhkan penambahan, kami siap,” kata Zaini.

Ia menjelaskan, pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD dr Slamet memang mengalami peningkatan pasca-Lebaran. Menurut Zaini, selama momen Ramadhan, jumlah pasein Covid-19 yang dirawat di RSUD dr Slamet tak pernah sampai 10 orang. Namun, pada H+2 Lebaran, jumlah pasien Covid-19 yang dirawat melonjak menjadi 15 orang.

Zaini menambahkan, selain menambah ruang isolasi, RSUD dr Slamet juga telah menyiapkan kebutuhan sumber daya kesehatan lainnya, seperti tenaga medis, alat pelindung diri (APD), dan obat-obatan. Sumber daya kesehatan itu disiapkan dua hingga tiga kali lipat untuk menghadapi lonjakan kasus Covid-19.

“Sejauh ini masih tertangani. Mudah-mudahan tidak bertambah lagi,” pungkasnya. (ROL)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *