GOSIPGARUT.ID — Bupati Rudy Gunawan menjadi salah satu pembicara dalam Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Kamis (23/2/2023).
Dalam paparannya, Rudy mengungkapkan bahwa Kabupaten Garut memiliki jumlah penduduk yang banyak, maka dari itu pihaknya mencoba menyelesaikan persoalan dari hal yang mendasar seperti kemiskinan dan kesehatan masyararakat.
Menurutnya, tidak semua masyarakat memiliki akses ataupun keuangan yang baik untuk dapat berobat di fasilitas kesehatan, meskipun saat ini 92 persen masyarakat di Kabupaten Garut sudah mendapatkan perlindungan kesehatan melalui BPJS.
Maka dari itu, imbuh Rudy, pihaknya ingin memperkuat posisi puskesmas sebagai bagian bahwa puskesmas memiliki tanggung jawab untuk mengobati masyarakat.
“Tapi puskesmas pun jaraknya jauh dari masyarakat, maka pendekatan-pendekatan yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan di antaranya adalah transformasi kesehatan primer dengan membuat posyandu prima. Menurut saya saya hampir 10 tahun jadi bupati ini adalah langkah yang tepat,” tandas dia.
Rudy menyampaikan, bahwa pihaknya sangat mendukung apa yang telah diinisiasi oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), yaitu adanya posyandu prima yang dapat mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Nah tentu kita yang sekarang berada di sektor kesehatan, bagaimana orang miskin bisa didekatkan, maka dengan adanya integrasi kesehatan primer yang dibangun dengan sistem yang kemarin diuji oleh Ibu Dirjen dari Kecamatan Banjarwangi,” ucapnya.
Rudy memaparkan, adanya pembangunan sistem interagrasi kesehatan primer yang dibangun di Kecamatan Banjarwangi, sangat menguntungkan bagi masyarakat. Ia mengatakan, bahwa posyandu prima sendiri merupakan organisasi yang dibentuk oleh masyararakat, serta pembangunannya dilakukan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMPD).
Rudy mengungkapkan, dalam hal ini pihaknya hanya mengisi sumber daya manusia (SDM) ataupun tenaga kesehatan yang diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan diberi tugas untuk membina posyandu yang ada di Kabupaten Garut.
“Kita hanya mengisi sumber daya manusianya, untuk mengisi sumber daya itu maka di Kabupaten Garut ada 1.700 orang yang kita angkat menjadi PPPK, untuk mengisi nanti tenaga-tenaga kesehatan yang ada di posyandu prima dan memberikan tempat untuk bisa membina posyandu-posyandu yang ada di Kabupaten Garut. Kami 1.700 orang, yang tadinya gajinya satu juta, satu juta setengah, sekarang empat juta, sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ucapnya.
Rudy menerangkan, posyandu prima ini memiliki dampak yang luar biasa. Dalam posyandu prima ini, pihaknya dapat memberikan pelanan dengan sistem yang terintegrasi dari Kemenkes RI, yang dapat melayani ibu hamil, anak-anak, bahkan lansia.
“Kami (juga) mengalami penurunan yang cukup signifikan sebesar 11 persen karena kami membeli susu di tengah perjalanan, kami membuat dari BTT membeli susu Rp8 miliar karena di posyandu diberikan insentif, kami pun melakukan pengukuran (balita), dan menimbang badan (balita), sehingga kami by name by address,” pungkasnya. (Yan AS)



.png)















