GOSIPGARUT.ID — Bupati Rudy Gunawan mengakui bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut setiap tahun selalu menerima cuan dari PT Star Energy Geothermal — salah satu perusahaan panas bumi yang berlokasi di kawasan Darajat, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, sebesar Rp22 miliar.
Uang sebesar itu, lanjut Rudy, diberikan anak perusahaan dari Barito Pasifik Group yang bergerak di bidang energi terbarukan untuk memenuhi kebutuhan listrik di Indonesia tersebut sebagai bonus produksi.
“22 miliar disampaikan kepada APBD dan kami berikan ke desa 50 persen, kami berikan untuk pesantren, kami berikan untuk yayasan-yayasan yang berhubungan dengan lingkungan dan lain sebagainya. Kita dengan Perbub kita buatkan (agar) transparan mengenai penggunaan bonus produksi,” ungkap Rudy pada kick off Temukan Obati Sayangi anak Stunting (TOSS), Senin (18/7/2022).
Bupati menjelaskan, tak hanya dari PT Star Energy Geothermal pihaknya sudah banyak menerima bantuan uang, melainkan dari Yayasan Bakti Barito — sebuah yayasan nirlaba milik Barito Pasifik Group.
“Kami telah mendapatkan banyak bantuan, misalnya bagaimana aspal plastik dijadikan bagian untuk memperkuat dan memperkokoh konstruksi hotmix di Kabupaten Garut. Kita juga menerima (bantuan) untuk lingkungan dan lain sebagainya,” jelasnya.
Bahkan, lanjut Rudy, saat ini pihaknya menerima bantuan Rp50 juta dari Yayasan Bakti Barito untuk pendidikan. Bantuan tersebut diterima Rudy secara simbolis Senin (18/7/2022).
Direktur Yayasan Bakti Barito, Dian A. Purbasari, menuturkan, Yayasan Bakti Bariro merupakan yayasan atau badan nirlaba dari Barito Pasifik Group, yang senantiasa peduli terhadap pendidikan dan lingkungan di seluruh Indonesia.
“Nah, khususnya untuk Garut kami memang kan ada anak usaha kami yaitu Star Energy Geothermal yang berada di Darajat. Untuk itu kami selalu punya consern untuk bagaimana kita bisa bersama-sama memajukan pendidikan dan juga kualitas lingkungan hidup di Garut khususnya,” tutur dia.
Dian menambahkan, pihaknya sudah melakukan kerjasama dengan beberapa dinas di lingkungan Pemkab Garut, seperti Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Garut, Dinas Pendidikan (Disdik) Garut, dan nantinya akan dilanjutkan bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Garut.
“Di situ (Disdik) kami akan bekerja sama memperkuat sekolah-sekolah untuk pendidikan lingkungan melalui sekolah adiwiyata, dan untuk di Dinas PUPR kami men support untuk aspal plastik, jadi pengelolaaan sampah di Garut nantinya akan bisa terkelola dengan baik, sesuai dengan target pemerintah,” katanya.
Berkaitan dengan bantuan yang hari ini diserahkan kepada Pemkab Garut, Dian menyebut hal tersebut dalam rangka memberikan bantuan bagi sekolah-sekolah yang terkena dampak dari bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi Kabupaten Garut.
“Untuk bantuan tersebut tentunya (diharapkan) bisa membantu anak-anak untuk bisa langsung segera sekolah lagi sesegera mungkin, dan juga dapat membantu pembangunan kembali sekolah mereka dan peralatan (sekolah) mereka yang rusak seperti itu,” pungkasnya. (Yan AS)



























