Bupati Garut Akan Lakukan Langkah Antisipasi Terhadap Bentuk Intoleransi dan Radikalisme

Bupati Garut Akan Lakukan Langkah Antisipasi Terhadap Bentuk Intoleransi dan Radikalisme

GOSIPGARUT.ID -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mewanti-wanti Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat untuk mengintensifkan mitigasi jelang puncak musim...
Read More
Tahun Depan Dihapus, 400 Ribu Tenaga Honorer Akan Didorong Mengikuti Skema PPPK

Tahun Depan Dihapus, 400 Ribu Tenaga Honorer Akan Didorong Mengikuti Skema PPPK

GOSIPGARUT.ID -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mewanti-wanti Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat untuk mengintensifkan mitigasi jelang puncak musim...
Read More
Tenaga Honorer Akan Diganti Pekerja Outsourcing, Inilah Besaran Gajinya

Tenaga Honorer Akan Diganti Pekerja Outsourcing, Inilah Besaran Gajinya

GOSIPGARUT.ID -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mewanti-wanti Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat untuk mengintensifkan mitigasi jelang puncak musim...
Read More
Salah Satu Mobil Arteria Dahlan Tercatat Nunggak Pembayaran Pajak Selama 16 Bulan

Salah Satu Mobil Arteria Dahlan Tercatat Nunggak Pembayaran Pajak Selama 16 Bulan

GOSIPGARUT.ID -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mewanti-wanti Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat untuk mengintensifkan mitigasi jelang puncak musim...
Read More
ICMI Muda Garut Tengah Berproses dalam Pengadministrasian Organisasi di Kesbangpol

ICMI Muda Garut Tengah Berproses dalam Pengadministrasian Organisasi di Kesbangpol

GOSIPGARUT.ID -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mewanti-wanti Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat untuk mengintensifkan mitigasi jelang puncak musim...
Read More
Bupati Rudy Gunawan Instruksikan Pegawai Pemkab Garut Segera Laksanakan Vaksinasi Booster

Bupati Rudy Gunawan Instruksikan Pegawai Pemkab Garut Segera Laksanakan Vaksinasi Booster

GOSIPGARUT.ID -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mewanti-wanti Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat untuk mengintensifkan mitigasi jelang puncak musim...
Read More
Empat Hal yang Mesti Disiapkan Desa Wisata Agar Bisa Menarik Wisatawan

Empat Hal yang Mesti Disiapkan Desa Wisata Agar Bisa Menarik Wisatawan

GOSIPGARUT.ID -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mewanti-wanti Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat untuk mengintensifkan mitigasi jelang puncak musim...
Read More
Sudah 80 Persen Pusat Perbelanjaan di Garut Jual Minyak Goreng Rp14 Ribu/Liter

Sudah 80 Persen Pusat Perbelanjaan di Garut Jual Minyak Goreng Rp14 Ribu/Liter

GOSIPGARUT.ID -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mewanti-wanti Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat untuk mengintensifkan mitigasi jelang puncak musim...
Read More
Potret Wajah Baru Alun-alun Garut Raih Penghargaan dari Gallery Photografi Indonesia

Potret Wajah Baru Alun-alun Garut Raih Penghargaan dari Gallery Photografi Indonesia

GOSIPGARUT.ID -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mewanti-wanti Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat untuk mengintensifkan mitigasi jelang puncak musim...
Read More
Alun-alun Garut Segera Difungsikan dengan Wajah Baru Senilai Rp12,7 Miliar Lebih

Alun-alun Garut Segera Difungsikan dengan Wajah Baru Senilai Rp12,7 Miliar Lebih

GOSIPGARUT.ID -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mewanti-wanti Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat untuk mengintensifkan mitigasi jelang puncak musim...
Read More

BMKG Ingatkan Potensi Peningkatan Curah Hujan di Jabar Jelang Puncak Musim Penghujan

  • Bagikan
Kondisi hujan (Foto: Ilustrasi/Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mewanti-wanti Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat untuk mengintensifkan mitigasi jelang puncak musim penghujan. BMKG sendiri memprediksi puncak musim penghujan di seluruh wilayah Jabar akan terjadi pada periode Januari-Februari 2022.

“Berdasarkan observasi curah hujan yang dilakukan BMKG, hingga awal Desember 2021, seluruh provinsi Jawa Barat telah memasuki musim hujan, sehingga harus diantisipasi terhadap bencana hidrometeorologi,” ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangan resmi yang diterima, Jumat (24/12/2021).

Ia menjelaskan, fenomena La Nina yang berpotensi meningkatkan curah hujan bulanan dari 10-100 persen di sebagian wilayah di Jawa Barat.

“Perlu diwaspadai intensitas hujan tinggi yang berpotensi bencana hidrometeorologi seperti longsor di daerah dataran tinggi atau pegunungan, dan banjir di dataran rendah atau bantaran sungai,” ujar Dwikorita.

Kemudian, untuk curah hujan pada bulan Desember 2021 sampai Maret 2022 diprakirakan pada intensitas “menengah” hingga “sangat tinggi”, khususnya di wilayah bagian tengah dan selatan.

Baca Juga:   15 Daerah di Jabar Bisa Terapkan New Normal, Termasuk Garut

Data dari BMKG menunjukkan, berdasarkan prakiraan curah hujan yang tinggi pada periode musim hujan, dan puncak musim hujan (yaitu Januari–Februari 2022), agar waspada potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada Desember 2021 di bagian barat, selatan, dan timur Jawa Barat. Dan pada bulan Januari-Maret 2022 hampir di seluruh Jawa Barat, kecuali pesisir utara.

Dwikorita menjelaskan, berdasarkan data BMKG hampir semua wilayah di Jabar memasuki musim penghujan. Menurutnya, musim penghujang tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena ada pengaruh La Nina.

“Analisis perkembangan musim hujan, di sini kita lihat di semua wilayah Jawa Barat, semuanya memasuki musim hujan. Dan yang perlu diperhatikan adanya anomali musim hujan kali ini berbeda dengan dua tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya,” kata dia.

Baca Juga:   Jabar Akan Usulkan Vaksinasi Covid-19 dari Rumah ke Rumah

Menurut Dwikorita, pada Desember, berpotensi adanya peningkatan curah hujan 10-70 persen di Bogor, bagian selatan Cianjur, bagian timur Bekasi, bagian selatan Bandung, Karawang, Indramayu, Tasikmalaya, bagian utara dan tengah Majalengka, Garut, Ciamis, dan Banjar. Untuk yang di atas 70 persen, ada di Sukabumi, bagian selatan Majalengka, Pangandaran, Kuningan, dan Cirebon.

Kemudian pada Januari, akan ada peningkatan curah hujan 10 sampai 70 persen di bagian utara Bogor dan Subang, bagian selatan Purwakarta, sebagian Karawang, bagian utara Indramayu, sebagian Bandung, Garut, Ciamis, Kuningan, Cirebon, dan Majalengka. Sedangkan di atas 70 persen, ada di bagian timur Bandung, bagian utara Sumedang.

Untuk Februari, akan ada peningkatan curah hujan 10-70 persen di sebagian besar Bogor, bagian barat Karawang, bagian utara Cianjur, Bandung Barat, Sumedang, sebagian besar Majalengka, bagian timur Indramayu, bagian selatan Cirebon, dan bagian utara Ciamis. Sementara di atas 70 persen, ada di Depok, bagian timur Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, bagian barat Indramayu, bagian timur Majalengka, bagian selatan Cirebon, Banjar, dan Pangandaran.

Baca Juga:   Zona Hijau, Bandung dan Garut Jadi Sampel Imperma Ombudsman

Sedangkan Maret, peningkatan curah hujan 10-70 persen di bagian utara Bogor, bagian utara Karawang, bagian selatan Subang, Bandung, Sumedang, bagian utara Indramayu, Majalengka, Ciamis dan Cirebon. Sedangkan yang di atas 70 persen, ada di wilayah Cikarang, bagian barat Karawang, bagian tengah Subang, bagian tengah Bandung, bagian utara Cirebon, dan Tasikmalaya.

Dwikorita mengimbau, kepada pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak-pihak yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air dan pengurangan risiko bencana yang berada di wilayah yang berpotensi mengalami curah hujan tinggi agar menyiapkan dan mengambil langkah-langkah antisipatif terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, angin kencang, atau puting beliung. (Sndn)

  • Bagikan

Comment