oleh

PKKMB, Mahasiswa Baru STHG Berziarah ke Makam Almarhum Momon Gandasasmita

GOSIPGARUT.ID — Sebanyak 74 Mahasiswa baru Sekolah Tinggi Hukum Garut (STHG) mengadakan ziarah ke makam pendiri Yayasan Pendidikan Puspita Intan Permata (YPPIP) almarhum H. Momon Gandasasmita di Villa Tarogong, Kabupaten Garut, Jum’at (24/9/2021).

Kegiatan ziarah tersebut dalam rangkaian PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru) STHG tahun 2021 dipimpin langsung Ketua STHG, Dr. Hj. Anne Nurjanah, MH; Pembina YPPIP, Hj. Mita Permatasari, M.Not; Hj. Diah Puspitasari, SH; H. Aria Santana; dan Hj. Itjeu Fatimah, SH.

Anne Nurjanah mengatakan, kegiatan ziarah ke makam pendiri YPPIP yang juga mantan Bupati Garut tersebut sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan perjuangan almarhum dalam sumbangsih kepada dunia pendidikan khususnya di bidang hukum.

Baca Juga:   Da'i Kondang Asal Garut Ajak Masyarakat Tidak Saling Menjelekan Capres

“Sebagaimana diketahui STHG merupakan satu-satunya sekolah tinggi hukum di Kabupaten Garut,” jelas dia.

Ane menambahkan, acara tersebut adalah acara rutin yang diadakan setiap mahasiswa baru melaksanakan PKKMB. Tujuannya agar para mahasiswa baru mengetahui siapa pendiri STHG yang berada di bawah naungan YPPIP.

“Selebihnya mampu menghargai perjuangan beliau (almarhum H. Momon Gandasasmita) karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya,” ujar dia.

Baca Juga:   Cegah Corona, SMKN 1 Garut Bagikan Hand Sanitizer dan Masker ke Puskesmas

Sementara itu, pembina YPPIP, Mita Permatasari dan Diah Puspitasari berharap para mahasiswa bisa meneladani prinsip dan perjuangan almarhum H. Momon, yakni setelah lulus menjadi ahli hukum bisa memanfaatkan ilmunya untuk membantu masyarakat banyak.

“Mereka pun diharapkan memiliki idealisme, berjuang untuk masyarakat yang membutuhkan dan menjaga marwah dunia pendidikan, terutama dunia hukum,” kata Mita Permatasari.

Baca Juga:   Kapolres Apresiasi Gelaran Teatrikal Drama SMKN 1 Garut Tentang Pahlawan

Diah Puspitasari menambahkan, STHG besar bukan hanya sekedar kuantitas, namun kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dicetak di STHG nantinya benar-benar SDM yang bisa memanfaatkan ilmu yang dimilikinya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sesuai amanat dan cita-cita almarhum H. Momon. (Respati)

Komentar

Berita Terkait