GOSIPGARUT.ID — Ketua Asosiasi Pemerintah Desa (Apdesi) Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Kamaludin Efendi, membantah tudingan miring yang dilontarkan Kades Ciela Ade Sapari terkait sikap diamnya di saat kemelut keuangan Desa Ciela yang tengah menuai masalah.
“Itu urusan internal Desa Ciela, bukan ranah organisasi untuk membantu secara finansial mengingat jumlahnya cukup fantastik. Organinasi tidak memiliki kas keuangan sebesar itu. Selama ini, iuran anggota per satu tahun yang sudah disepakati pun pada kenyataannya tidak ada yang lunas,“ tandas dia, Selasa (7/9/2021).
Sebelumnya, Kades Ciela Ade Sapari menyebutkan, di saat desanya tengah terpojok skandal keuangan, dia pernah meminta bantuan Apdesi Kecamatan Bayongbong, namun tidak digubris. Ia akhirnya mencari solusi sendiri dengan meminta bantuan pihak ketiga untuk menyelesaikan kemelut keuangan tersebut.
Menurut Kamaludin Efendi, pihak Apdesi Kecamatan Bayongbong di bawah pimpinanya telah berusaha membantu hal-hal yang bersifat eksternal. Salah satu contoh kontribusi Apdesi adalah membuat suasana kondusif di tengah terjadinya persoalan keuangan yang menimpa Desa Ciela tersebut.
“Tidak ada ormas atau LSM (lembaga swadaya masyarakat) di Kecamatan Bayongbong yang mau mengkritisi persoalan di Desa Ciela sebagai sosial kontrol. Mengapa mereka diam? Itu berkat hubungan eksternal yang harmonis antara Apdesi Bayongbong dengan mereka,” ungkap dia.
Kamaludin menambahkan, dengan terjalinnya hubungan baik antara Apdesi Bayongbong dengan ormas dan LSM, sehingga mereka memaklumi dan lebih memiliki rasa tanggung jawab moral terhadap kondusifitasnya wilayah.
“Padahal, sebagai sosial kontrol, mereka kan bisa mengkritisi masalah yang terjadi di Desa Ciela. Kalau dia (Kades Ciela) peka, diamnya ormas dan LSM itu berkat kontribusi kami,” pungkasnya. (Adam Bagaskara)



.png)















