GOSIPGARUT.ID — PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (DAOP) 2 Bandung menargetkan penataan Stasiun Leles, Kabupaten Garut, berlanjut pada tahun depan dengan pembangunan area parkir. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan seiring tingginya aktivitas penumpang dan frekuensi kereta api yang berhenti di stasiun tersebut.
Rencana pengembangan itu disampaikan Kepala PT KAI DAOP 2 Bandung, Hendra Wahyono, saat bertemu Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Kamis (9/7/2026). Pertemuan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan aset bangunan Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 19 di Jalan Mandalagiri dari PT KAI kepada Pemerintah Kabupaten Garut.
Hendra mengatakan, pengembangan Stasiun Leles dilakukan secara bertahap. Pada tahun ini, PT KAI telah menyelesaikan pekerjaan sterilisasi kawasan stasiun serta pembangunan peron. Tahap berikutnya difokuskan pada penyediaan area parkir yang hingga kini belum tersedia.
“Kalau tahun ini sudah kita bangun sterilisasi stasiun dan juga peron sedang di Stasiun Leles. Mudah-mudahan tahun depan kita bisa merealisasikan penataan area parkir di Stasiun Leles,” ujar Hendra.
Menurut dia, keberadaan area parkir menjadi kebutuhan mendesak mengingat jumlah pengguna jasa kereta api di Stasiun Leles terus meningkat. Penataan tersebut diharapkan membuat akses menuju stasiun lebih nyaman sekaligus mendorong masyarakat semakin memilih kereta api sebagai moda transportasi.
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyambut positif rencana tersebut. Ia menilai peningkatan fasilitas Stasiun Leles akan memberikan dampak langsung terhadap kualitas pelayanan transportasi publik di Kabupaten Garut.
“Harapannya, penataan ini dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus mendorong masyarakat Garut semakin memanfaatkan kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, dan efisien,” kata Abdusy Syakur.
Dalam kesempatan yang sama, Abdusy juga menerima penyerahan aset bangunan pos JPL 19 di Jalan Mandalagiri dari PT KAI. Menurutnya, keberadaan pos tersebut memiliki peran penting dalam mendukung keselamatan perjalanan kereta api sekaligus menjaga ketertiban lalu lintas di perlintasan sebidang.
“Alhamdulillah hari ini kita mendapatkan penyerahan secara resmi bangunan yang dibuat oleh PT KAI untuk Pemerintah Kabupaten Garut, yaitu JPL 19 yang berlokasi di Jalan Mandalagiri. Gedung ini sangat penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban perlintasan,” ujarnya.
Hendra menjelaskan, pembangunan pos JPL 19 merupakan bentuk sinergi antara PT KAI dan Pemerintah Kabupaten Garut untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api. Selama ini perlintasan tersebut telah dijaga petugas, namun belum dilengkapi bangunan pos yang layak.
“JPL 19 ini sebenarnya sudah ada petugasnya, cuma belum ada bangunan posnya. Karena itu kami membangunnya, kemudian diserahkan kepada Pemda Garut untuk dimanfaatkan dan dipelihara,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Garut, Satria Budi, memastikan bangunan pos JPL 19 akan dimanfaatkan secara optimal. Menurutnya, fasilitas tersebut akan memberikan perlindungan sekaligus kenyamanan yang lebih baik bagi petugas penjaga perlintasan dalam menjalankan tugasnya.
“Bangunan yang diberikan PT KAI akan kita manfaatkan untuk memberikan jaminan keselamatan, khususnya kepada petugas penjaga perlintasan,” ujar Satria. ***


.png)











