GOSIPGARUT.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut kembali membuka pendaftaran Program Beasiswa Satu Desa/Kelurahan Satu Sarjana untuk Tahun Anggaran 2026. Kesempatan ini dikhususkan bagi 109 desa dan kelurahan yang belum memiliki penerima beasiswa pada pelaksanaan tahun sebelumnya, sehingga pemerataan akses pendidikan tinggi dapat menjangkau seluruh wilayah di Kabupaten Garut.
Program unggulan tersebut menjadi salah satu strategi Pemkab Garut untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui bantuan pendidikan tinggi bagi masyarakat. Pada tahun ajaran 2026/2027, calon mahasiswa dari desa dan kelurahan yang belum terisi kembali mendapat kesempatan mengikuti proses seleksi.
Pelaksanaan program masih mengacu pada Peraturan Bupati Garut Nomor 39 Tahun 2025 tentang Pemberian Bantuan Pendidikan Tinggi bagi Masyarakat serta Keputusan Bupati Garut Nomor 100.3.3.2/KEP.373-KESRA/2025 mengenai petunjuk pelaksanaan seleksi penerima Beasiswa Satu Desa atau Kelurahan Satu Sarjana.
Pada pelaksanaan tahun 2025, Pemkab Garut menargetkan seluruh 442 desa dan kelurahan memiliki masing-masing satu penerima beasiswa. Namun, hingga akhir seleksi baru 333 desa dan kelurahan yang berhasil mengisi formasi. Artinya, masih terdapat 109 desa dan kelurahan yang belum memiliki penerima dan akan menjadi prioritas pada pembukaan pendaftaran tahun ini.
Tahapan pelaksanaan telah disusun secara bertahap. Sosialisasi kepada kecamatan serta pemerintah desa dan kelurahan berlangsung pada 6–10 Juli 2026, kemudian dilanjutkan pengumuman di tingkat desa dan kelurahan pada 13–14 Juli.
Pendaftaran calon peserta dibuka mulai 15 hingga 20 Juli 2026. Apabila kuota belum terpenuhi, masa pendaftaran dapat diperpanjang pada 21–22 Juli. Seleksi administrasi dan wawancara di tingkat desa atau kelurahan dijadwalkan berlangsung pada 23–25 Juli, bersamaan dengan pengumuman hasil seleksi.
Selanjutnya, peserta diberikan kesempatan mengajukan sanggahan pada 27 Juli. Pemerintah desa dan kelurahan kemudian mengusulkan nama calon penerima ke tingkat kabupaten pada 28–31 Juli, sebelum dilakukan proses validasi oleh Tim Teknis pada 3–5 Agustus. Penetapan calon penerima beasiswa dijadwalkan pada 6 Agustus 2026 untuk selanjutnya ditetapkan melalui keputusan bupati.
Program beasiswa ini menggandeng sedikitnya 16 perguruan tinggi di Kabupaten Garut dengan puluhan pilihan program studi. Bidang yang tersedia meliputi teknologi informasi, teknik sipil, arsitektur, administrasi publik, kesehatan masyarakat, hukum, pertanian, peternakan, pariwisata, pendidikan, hingga ekonomi dan keuangan syariah.
Sejumlah perguruan tinggi yang berpartisipasi di antaranya Universitas Garut, Institut Teknologi Garut, Institut Pendidikan Indonesia (IPI), STIKES YPSDMI, Sekolah Tinggi Hukum Garut, Institut Muhammadiyah Darul Arqam (IMDA), STISIP Samudera Indonesia Selatan, serta berbagai sekolah tinggi keagamaan seperti IAI Persis, STAI Muhammadiyah, STAI Siliwangi, STAI Al Musaddadiyah, STAI KH Badruzzaman, STIT Qurrota Ayun, STEI Yapisha, STIEBS NU, dan STIE Yasa Anggana.
Melalui pembukaan kembali program ini, Pemkab Garut berharap seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Garut dapat memiliki minimal satu mahasiswa penerima beasiswa. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas kesempatan masyarakat untuk mengenyam pendidikan tinggi sekaligus mencetak generasi muda yang nantinya dapat berkontribusi terhadap pembangunan di daerah asalnya. ***


.png)











