oleh

Rizqi Ikhsan Nugraha Ingin Menjadikan Desa Pamalayan Lebih Baik

GOSIPGARUT.ID — Pria berusia 28 tahun ini memang masih bisa dikatakan muda dalam hitungan waktu perjalanan hidup. Namun dalam kehendak dan cita-cita, Rizqi Ikhsan Nugraha tak bisa dikalahkan oleh pria berusia mapan bahwa ia juga menginginkan menjadi manusia yang mampu memberikan kebaikan dan manfaat bagi banyak orang.

Untuk itu, ketika banyak pihak menyarankan agar bersedia menjadi kontestan pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pamalayan, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Rizqi langsung merespon saran tersebut dan mendaftarkan diri ke panitia pemilihan kepala desa (PPKD) setempat sebagai bakal calon kepala desa.

Dalam hal ini, Rizqi mungkin termasuk salah seorang warga Desa Pamalayan yang “berani” mengambil resiko terburuk di saat kebanyakan warga tidak mau berani tampil menjadi rival dari calon petahana Kades Pamalayan, H. Budi Ramhat, yang diunggulkan bakal memenangi Pilkades itu. Resiko yang sudah nampak di depan Rizqi adalah menelan kekalahan. Tapi dengan keberaniannya ia siap menghadapi kemungkinan buruk tersebut.

Justru dengan semangat mudanya, Rizqi malah merasa tertantang untuk memenangkan “pertarungan” yang diprediksi tidak akan seru dalam Pilkades itu. Anak sulung dari Rusmana, salah seorang Kepala Seksi di kantor Kecamatan Cisewu ini akan menunjukan bahwa ia merupakan “petarung” yang hebat. Rizqi juga akan menghilangkan kesan bahwa ia bukan hanya sekedar sebagai “calon pelengkap” dari dominasi calon petahana Kades Pamalayan.

Baca Juga:   Tampil Perdana Main Piano, Anak Legislator Pikat Pengunjung Garut Plaza

“Bismillah, saya siap menghadapi kontestasi Pilkades ini dengan penuh optimisme. Saya siap menang dan siap kalah demi Desa Pamalayan yang lebih baik. Saya pun ingin sekali memberikan manfaat bagi banyak orang dengan kemampuan yang saya miliki, semoga mendapat kepercayaan besar dari warga,” ujar Rizqi, saat ditanya soal kesiapan dirinya menghadapi Pilkades yang akan digelar pada 8 Juni 2021.

Baca Juga:   Guru Honorer di Cisewu Diapresiasi Global TV Karena Lakukan KBM di Tengah Pandemi Covid-19

Ia menuturkan akan legawa jika menelan kekalahan dalam Pilkades itu. Tentunya tidak akan ada sakit hati bahkan dendam yang membekas pasca Pilkades, karena Rizqi memandang bahwa Pilkades tersebut merupakan pesta demokrasi warga yang justru harus dimeriahkan dengan gembira dan suka cita.

“Pilkades menurut pandangan Islam hukumnya boleh. Dalam pelaksanaannya harus sesuai ketentuan syariah, tidak menggunakan mekanisme yang banyak menimbulkan kemudaratan. Jadi keikutsertaan saya dalam Pilkades ini, jelas tujuannya untuk kebaikan yang harus menghasilkan kebaikan untuk semua,” papar Rizqi.

Ia menambahkan, jika memenangkan Pilkades nanti, tentu rasa syukur yang pertama kali akan dilakukan. Selanjutnya, Rizqi akan menjalankan kepercayaan warga itu dengan sebaik-sebaiknya dengan melibatkan semua kekuatan dan potensi yang ada di Desa Pamalayan demi terciptanya kondisi desa yang lebih baik dari sebelumnya.

Baca Juga:   10 Bulan Jelang Pensiun, Guru Honorer di Garut Ini Diangkat P3K di Usia Senja

“Hal yang sudah baik dari karya Kades sebelumnya, pasti akan saya pertahankan. Dan hal yang belum baik, tentu akan saya perbaiki. Pokonya, saya akan berusaha agar Desa Pamalayan menjadi lebih baik,” tandas Rizqi.

Untuk diketahui, kontestan pada Pilkades Pamalayan hanya diikuti oleh dua orang calon. Pertama adalah calon petahana Kades yang sudah menjabat selama satu periode (2015-2021), H Budi Rahmat, S.Ag. Ia memparoleh nomor urut 1. Sementara calon kedua dengan nomor urut 2 adalah Rizqi Ikhsan Nugraha, S.Pd.I.

Rizqi sendiri adalah sebagai warga Kampung Sukasenang RT 02/RW 07, Desa Pamalayan, Kecamatan Cisewu. Ia bekerja sebagai perangkat Desa Pamalayan, menjadi Kepala Urusan Umum. Sebelumnya, Rizqi pernah bekerja menjadi anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Cisewu. ***

Komentar

Berita Terkait