Berita

Produk Kerajinan Bambu dari Selaawi Tembus Pasar Luar Negeri

×

Produk Kerajinan Bambu dari Selaawi Tembus Pasar Luar Negeri

Sebarkan artikel ini
Perajin olahan bambu asal Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, Utang Mamad (50), dengan hasil kerajinannya. (Foto: Muhamad Azi Zulhakim)

GOSIPGARUT.ID — Garut adalah salah satu kabupaten yang memiliki potensi sumber daya pohon bambu yang melimpah, khususnya di Kecamatan Selaawi. Potensi ini dimanfaatkan betul oleh beberapa perajin di sana, di mana hasil bambu Selaawi bisa menembus pasar lokal bahkan internasional.

Salah seorang perajin kerajinan bambu, Utang Mamad (50) warga Desa Mekarsari, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, mengatakan, dirinya telah merintis usahanya sejak tahun 2010 silam. Utang sudah belajar sejak kecil mengenai kerajinan bambu bersama orang tuanya.

“Jadi 10 tahun yang lalu saya membikin workshop dan membuka usaha bambu ini. Tapi kalau untuk belajar saya sih sudah dari dulu, dari kecil, karena saya dari orangtua belajar kerajinan bambu,” ujar dia, Rabu (14/4/2021).

Utang menjelaskan, beberapa produk yang dihasilkan, antara lain kap lampu, keranjang, serta ornamen-ornamen café atau restoran.

“Kita bergerak sebagian besar, istilahnya kita ke arah bambu home decor atau home living. Jadi produknya itu ada kap lampu, ada keranjang dan untuk ornamen-ornamen café atau restoran. Yang lebih banyak sih ke arah situ,” lanjutnya.

Baca Juga:   Polsek Banyuresmi dan Siswa SMAN 26 Garut Bagi Takjil di Jalan Raya, Pererat Kepedulian di Bulan Ramadan

Untuk lama produksinya sendiri, kata Utang, tergantung dengan model dan ukuran dari produk yang akan dihasilkan. Misalnya produk yang memiliki ukuran kecil, memiliki durasi pengerjaan kurang lebih 1 hari. Namun produk yang lebih besar bisa memakan waktu 3 hari, bahkan sampai yang berminggu-minggu.

“Kalau untuk yang sangat lama, biasanya untuk property interior, salah satu contoh kita kemarin bikin tempat tidur untuk Bupati Bangka Belitung itu diameternya 2 meter, tinggi 2 meter setengah. Itu kita menyita waktu cukup lumayan karena produksinya lama,” terang dia.

Selaawi yang kaya akan bambu, memudahkan Utang untuk memproduksi hasil karya dari olahan bambu ini. Bahkan ia mengungkapkan awalnya bahan baku pembuatan produknya ia cari sendiri di kebun bambu.

Baca Juga:   Menu MBG Diduga Basi di Banjarwangi Picu Keluhan, Ahli Gizi SPPG Minta Maaf dan Janji Perbaikan

“Untuk bahan baku, kita sudah ada beberapa mitra sih. Kalau dulu kita menyediakan mulai dari nebang sendiri ngambil dari kebun. Kalau sekarang mata rantainya sudah kita bentuk, jadi ada beberapa supplier yang sudah bekerja sama dengan kita menyediakan bambunya,” ujarnya.

“Bahkan mungkin tidak lagi bambu utuh kalau sekarang, sudah yang setengah jadi gitu kan kaya yang bikin lingkaran atau bikin apa. Kita tinggal kirim dari mereka ke kita. Terus kalau untuk wilayah sih masih di sekitar Selaawi, alhamdulilllah masih di desa tetangga lah,” tambah pria kelahiran 50 tahun silam ini.

Salah satu produk kerajinan bambu di Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut. (Foto: Muhamad Azi Zulhakim)

Meskipun belum melakukan pemasaran secara langsung, Utang menuturkan bahwa produknya sudah sampai ke Asia, Australia, bahkan Eropa. Untuk Asia sendiri, produknya sudah melenggang ke Korea, Thailand, dan Singapura.

Baca Juga:   Mayat Bayi Laki-Laki Ditemukan di Kebun Warga Selaawi, Sudah Dikerubuti Lalat

“Produk kita memang sudah sampai Eropa ya, di Itali, di Australia. Kalo di Asia ada di Korea, Thailand, kemarin di Singapura. Bahkan kita sempat juga melihat produk-produk kap lampu yang di belakang ini, kita tuh 3 tahun menjadi supplier ke sebuah rumah makan di Singapura. Alhamdulillah pasarnya bagus,” katanya.

Utang berharap kepada masyarakat Selaawi agar bersama-sama untuk menggarap usaha bambu yang saat ini tengah naik daun. Dengan ini, masyarakat tidak perlu bersusah payah dalam mencari usaha lain.

“Harapan semua temen-temen jangan susah-susah lah mencari usaha di sini juga bambu digarap kalau kita benar-benar menggarapnya. Dibuktikan sekarang bahwa bambu itu lagi naik daun, lagi tren,” harapnya. (Yan AS)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *