Berita

Garumukti, Sentra Penghasil Kopi di Pamulihan Garut Selatan

×

Garumukti, Sentra Penghasil Kopi di Pamulihan Garut Selatan

Sebarkan artikel ini
Kepala Desa Garumukti, Edde Sukmana, saat memanen kopi. (Foto: Ai Respati)

GOSIPGARUT.ID — Salah satu desa sebagai sentra penghasil kopi arabica dan robusta di Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut, adalah Desa Garumukti. Desa yang terdiri dari perkebunan dan hutan ini pun memiliki pesona alam yang indah sehingga bisa menarik wisatawan untuk datang ke sana.

Kepala Desa Garumukti, Edde Sukmana, mengatakan bahwa daerahnya dikategorikan sebagai desa hutan, karena desa yang sebelah utara berbatasan langsung dengan Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung tersebut sebagian wilayahnya terdiri dari tanah kehutanan yang dikuasai oleh Perum Perhutani BKPH Garut Asper Cikandang serta perkebunan teh milik PTPN V111 Kebun Sedep.

“Desa Garumukti memiliki luas 2.291 Ha, mayoritas lahan wilayahnya adalah perkebunan,” ujar dia, Kamis (25/3/2021).

Baca Juga:   Pembunuh Gadis yang Jasadnya Tertancap Bambu Ditangkap Polisi

“Mayoritas penduduk Desa Garumukti bertani dan berkebun, dan yang menjadi andalan adalah tanaman kopi jenis arabica dan robusta. Satu kali panen bisa menghasilkan puluhan ton kopi gelondongan (basah). Potensi itu bisa mendongkrak perekonomian jika ditunjang sarana dan prasarana yang memadai,” tambah Edde.

Ia menuturkan, luas lahan yang ditanami kopi mencapai 360 hentare. Untuk satu hektare lahan dibutuhkan 3500 bibit pohon kopi. Satu pohon bisa menghasilkan 10 kilogram kopi gelondongan.

Baca Juga:   Puluhan Anak Korban Pembaiatan NII di Garut Kembali Berikrar Setia ke NKRI

“Potensi itu bisa mendongkrak ekonomi masyarakat karena selain ditanami kopi, juga ada tanaman tumpang sari yang lain. Bahkan pakan untuk peternakan juga sangat melimpah,” ujar Edde.

Sayangnya, kata dia, saat ini petani kopi hanya menjual kopi gelondongan seharga Rp8.000 untuk jenis arabica, sedangkan untuk robusta dijual seharga Rp4.000 per kilogramnya. Padahal jika kopi tersebut diolah harganya bisa mencapai ratusan ribu rupiah per kilogramnya.

“Kami sudah mengajukan ke dinas terkait agar diberikan bantuan mesin pengolah kopi, agar hasil dari petani bisa diolah terlebih dahulu sebelum dijual ke pasaran karena harganya bisa naik jika sudah diproses terlebih dahulu,” papar Edde.

Baca Juga:   Masih Libur Lebaran, Warga Cigedug Dapat Layanan Dukcapil dengan Cepat, dalam Hitungan Menit Miliki E-KTP

Ia menerangkan, tanaman kopi sudah menjadi ikon Desa Garumukti sehingga diharapkan dengan adanya pengolahan biji kopi bisa meningkatkan pendapatan masyarakat. (Ai Respati)

Yanti
previous arrow
next arrow

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
BGN 1
previous arrow
next arrow
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *