Berita

Kades Mekarmukti Berdayakan Anak Nakal dengan Membentuk Kelompok Peternak

×

Kades Mekarmukti Berdayakan Anak Nakal dengan Membentuk Kelompok Peternak

Sebarkan artikel ini
Anak korban kenakalan di Desa Mekarmukti, Kecamatan Cibalong, diberdayakan menjadi peternak sapi. (Foto: Ai Respati)

GOSIPGARUT.ID — Guna memberdayakan anak korban kenakalan remaja, Kepala Desa (Kades) Mekarmukti, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, membentuk kelompok peternak sapi agar remaja yang terjerat kenakalan memiliki kegiatan dan tidak meresahkan masyarakat.

Kades Mekarmukti, Hidmat Wijaya, Minggu ( 21/3/2021) mengatakan, saat ini ada empat orang anak korban kenakalan yang diasuh, dididik, dan diberdayakan. Mereka sehari-harinya ditugaskan mencari rumput dan merawat empat ekor sapi. Semua keperluan hidup anak-anak tersebut dicukupi serta dibina pendidikan moralnya secara persuasif.

“Mereka semuanya anak yang pernah terjerat kasus kenakalan remaja yang membuat resah masyarakat dan ditelantarkan orang tuanya karena merasa tidak sanggup membina mereka. Melalui pendekatan dan pembinaan secara persuasif, kini mereka bisa meninggalkan kenakalan yang pernah dilakukan dan mau bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,” papar Ketua Apdesi Kecamatan Cibalong itu.

Baca Juga:   Kolaborasi TikTok: Dorong Potensi Ekonomi & Penghasilan Digital

“Tujuan anak-anak tersebut diberi tugas mencari rumput dan merawat sapi agar kelak mereka punya keahlian dan bisa hidup mandiri. Selain itu, dikenalkan pula cara menanam pohon karet dan cara menyadap karet yang memiliki potensi ekonomi besar untuk kesejahteraan masa depan mereka,” tambah Kades termuda di Kecamatan Cibalong itu.

Menurut pria kelahiran tahun 1986 tersebut, dirinya merasa bertanggung jawab dan memiliki tugas menyelamatkan generasi penerus bangsa.

Baca Juga:   Edarkan Obat-obatan Keras, Seorang Lelaki di Sucinaraja Ditangkap Aparat Polsek Wanaraja

“Mereka dididik dengan kearifan lokal, bagaimana mengembangkan potensi yang ada di desa tanpa harus menjadi buruh kasar dan pekerja pabrik. Asal mau menanam pohon karet dan merawat sapi, kebutuhan ekonomi akan tercukupi,” ungkap Hidmat.

Menurutnya, potensi Desa Mekarmukti sangat melimpah, tinggal bagaimana mengolahnya di lahan yang ditanami pohon karet bisa ditanami tumpang sari pisang, porang, rumput untuk pakan ternak, dan pohon durian.

“Anak-anak tersebut aset bangsa yang harus diselamatkan. Kita didik mereka bahwa meraih kesejahteraan tidak harus menjadi pegawai negeri sipil atau pegawai swasta. Tetapi dengan mau bekerja keras memanfaatkan potensi dan sumber daya alam yang ada, kesejahteraan bisa didapat,” ujar Hidmat.

Baca Juga:   Puluhan Hektare Pohon Pisang di Sagara Garut Terserang Aids, Petani Merugi Puluhan Juta Rupiah

Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Mekarmukti, Ijoh, mengapresiasi program peternakan yang melibatkan generasi muda itu. Program tersebut diharapkan mampu mendidik generasi muda yang terampil, mandiri dengan memanfaatkan potensi alam dan memelihara kearifan lokal dan kelestarian lingkungan. (Ai Respati)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *