Berita

KTH Sampalan dan BKSDA Garut Tanam 10 Ribu Pohon Kopi Tertua di Indonesia

×

KTH Sampalan dan BKSDA Garut Tanam 10 Ribu Pohon Kopi Tertua di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Briptu Tommy Restu W, SH saat penanaman bibit kopi jenis Java Preanger, Sabtu (16/10/2020). (Foto: Adam B)

GOSIPGARUT.ID — Kelompok Tani Hutan (KTH) Sampalan dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten Gabut serta Babinkamtibmas Desa Sukalilah, Kecamatan Sukaresmi, menggelar gerakan menanam 10 ribu pohon kopi unggulan di kawasan Lereng Gunung Papandayan, Blok Cirtut, Kaingariung, dan Pairas.

Ketua KTH Sampalan, Iyep Saepul Mardani menjelaskan, pihaknya sengaja melakukan penamanan kopi tersebut untuk menghijaukan areal hutan penyangga agar petani penggarap di areal itu tidak hanya terfokus pada tanaman palawija, namun juga menyelinginya dengan tanaman keras agar kondisi hutan yang disangga terlindungi.

“Tujuan lainnya agar petani penggarap yang tergabung dalam KTH Sampalan terbentuk jiwa peduli lingkungan,” ujarnya, Sabtu (17/10/2020).

Baca Juga:   BKSDA Garut Akan Mempidanakan Pesepedamotor yang Masuki Gunung Guntur Secara Ilegal

Secara simbolis gerakan penanaman tersebut dilakukan oleh anggota Babinkamtibmas dari Polsek Cisurupan, Briptu Tommy Restu W, SH yang didampingi Polhut Resort Gunung Papandayan Toni, serta seluruh anggota KTH Sampalan.

Kegiatan berjalan tanpa hambatan, dengan penuh kesadaran para penggarap areal hutan penyangga bahu membahu melaksanakan penanaman yang diawali di Blok Citrut.

Iyep menerangkan, bibit tanaman pohon kopi yang ditanam sendiri sebanyak 10 ribu batang kopi Priangan varietas Pelagio, atau istilah lain kopi Java Preanger. “Jenis kopi ini memang sangat diminati para pencinta kopi lokal dan luar daerah. Kopi jenis ini pun merupakan jenis kopi tertua di Indonesia,” terang dia.

Baca Juga:   Fasilitasi Logistik Green Coke di Riau, Pelindo Solusi Logistik Dukung Transisi Energi Hijau

Seperti diketahui, tambah Iyep, kopi dibawa Belanda ke Indonesia sekitar tahun 1662. Dan daerah Priangan menjadi daerah pertama atau project pilot pihak Belanda dalam upaya budidaya kopi di Nusantara. Maka muncullah istilah Prianger Stelsel (tanam paksa di wilayah Priangan). Salah satu daerah penanaman kopi di zaman Preanger Stelsel tersebut adalah wilayah Kampung Pelag, Kecamatan Sukaresmi.

Baca Juga:   Indikator: Syakur-Putri Berpotensi Menangi Pilkada Garut 2024 Karena Hal Ini

“Jangan kaget dengan harga kopi jenis ini. Karena rasanya yang khas ditambah mungkin ada nilai sejarah di dalamnya, kopi varietas Kampung Pelag dengan nama keren Pelaggio harganya selangit, bisa menembus Rp500 ribu per kilogram,” ucap dia. (Adam B)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *