GOSIPGARUT.ID — Sudah pernah dengar air terjun Cisarua di Garut? Curahan air alami dari kaki Gunung Cikuray ini merupakan salah satu tempat wisata baru yang belum banyak terjamah oleh masyarakat. Tempat wisata ini memiliki nuansa alam yang luar biasa.
Lokasinya yang berada di atas ketinggian 2.821 meter (mdpl) menambah segarnya nuansa alami yang patut untuk dikunjungi. Debit air terjun cukup besar dan jernih hampir sepanjang tahun.
Destinasi alam yang berada di Desa Sukamurni, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut tersebut mulai tercium pada tahun 2016 lalu. Saat itu terdapat rombongan wisatawan dari Malaysia yang datang berkunjung. Sejak saat itu keindahan air terjun Cisarua pun tersebar dari mulut ke mulut.
“Pada 2017 lalu, rombongan dari Malaysia juga ke sini,” ujar Hayi Hemawan (29), seorang warga desa yang juga pemandu wisata setempat.
Sejak saat itu wisata air terjun Cisarua mulai didatangi oleh para wisatwan yang masih didominasi warga lokal hingga luar kota dari berbagai kalangan usia. Terutama ketika masuk hari Sabtu atau Minggu pengunjung air terjun Cisarua semakin meningkat.
“Paling banyak Sabtu-Minggu, tapi biasanya Minggu lebih banyak dibanding Sabtu,” kata dia.
Lokasi air terjun Cisarua yang berada di ketinggian membuat nuansa alamnya masih terjaga dan belum tersentuh akses pembangunan. Hal tersebut bisa dilihat dari akses jalanan yang dipenuhi batu. Dengan tekstur tanah liat berwarna merah pekat, membuat nuansa alaminya semakin terasa.
Dengan kondisi itu, setiap pengunjung yang datang diajak menikmati indahnya deretan ladang pertanian warga yang terhampar luas. Bahkan rindangnya hutan pinus sepanjang satu kilometer dari lokasi parkir hingga lokasi air terjun semakin menyejukan suasana pengunjung.
Tak jarang para pengunjung juga berkemping di area air terjun Cisarua. “Banyak yang kemping, terutama dari Bandung dan Tasik, Jika mau pakai sepeda silakan, medannya juga cukup menantang,” tambah Hayi.
Menurutnya, di atas curug Cisarua ini masih terdapat sumber air dan beberapa air terjuan yang belum bisa dikelola karena lokasi yang masih sulit dijangkau. Menurut hasil pengamatan jika air terjun serta sumber air di atasnya memiliki kualitas yang tak kalah indah.
“Kebetulan saja ada beberapa air terjun di atasnya, dan airnya hampir memiliki debit dengan besar yang sama atau serupa, tapi belum kami kelola” ujar Hayi.
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Garut, Budi Gan Gan Gumilar mengakui jika kawasan wisata curug Cisarua memiliki potensi menjanjikan. Selain kondisi airnya yang besar dan jernih, lokasi tersebut juga pemandangannya yang asri.
Hal tersebutlah yang tentunya akan menjadi daya tarik yang kuat bagi para pengunjung yang datang. “Masyarakatnya juga sangat ramah bagi pengunjung,” jelasnya.
Budi mengatakan jika ke depannya destinasi baru di Kabupaten Garut tersebut akan menjadi prioritas pihaknya untuk dilakukan penataan dan pembenahan. Saat ini pihaknya masih terkendala akses yang cukup sulit untuk dilalui sehingga membutuhkan biaya tidak sedikit.
“Mungkin ke depannya akan menjadi prioritas kami, minimal untuk akses jalan yang lebih mudah,” terang dia.
Untuk saat ini, lanjut Budi, guna semakin menarik minat para pengunjung, lembaganya mulai mempublikasikan dengan optimal potensi wisata curug Cisarua tersebut. “Semua potensi wisata di Garut sudah kami petakan, tapi tentu kami lakukan (penataan) secara bertahap,” katanya. (Mrdk)



.png)











