Berita

Banyak Pemudik ke Garut yang Sembunyi-sembunyi dari Pemeriksaan Petugas

×

Banyak Pemudik ke Garut yang Sembunyi-sembunyi dari Pemeriksaan Petugas

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI -- Pemudik.

GOSIPGARUT.ID — Meski ada anjuran presiden dan bupati, ternyata masih banyak warga yang nekat mudik dari luar kota ke Kabupaten Garut dengan cara sembunyi-sembunyi atau lolos dari pemeriksaan petugas di perbatasan wilayah.

Kepada mereka, Wakil Bupati Helmi Budiman mewajibkan agar mengisolasi diri dan tetap menjaga kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran wabah Covid-19.

“Walau ada anjuran dari Presiden dan bupati agar tak mudik, ternyata sudah banyak (mudik), jika pulang saya minta tolong untuk diam di rumah, laksanakan isolasi,” kata dia, Kamis (22/4/2020).

Baca Juga:   Kapolres Imbau Warga Garut Tak Pesta Kembang Api Saat Tahun Baru

Ia menuturkan, pemerintah pusat maupun daerah sudah menginstruksikan seluruh warga Garut yang berada di luar kota agar tidak mudik dulu untuk menghindari penularan wabah Covid-19.

Helmi berharap, anjuran pemerintah itu menjadi perhatian serius masyarakat, apalagi saat ini kasus wabah Covid-19 di Garut terus bertambah. “Tolong diperhatikan anjuran pemerintah,” ujarnya.

Wabup mengungkapkan, saat ini Pemkab Garut terus meningkatkan kewaspadaan dalam memutus rantai penyebaran Covid-19, dan menangani kesehatan pasien dalam pengawasan (PDP) dan pasien positif.

Baca Juga:   Dukung Keberlanjutan Lingkungan, PT PHC Indonesia Tanam 500 Pohon Alpukat di Desa Pasirbungur

Tim di lapangan, kata dia, mencatat pasien positif Covid-19 bertambah dua orang, jumlah seluruhnya menjadi enam orang, satu di antaranya meninggal dunia.

“Total sudah ada enam orang yang positif dan satu di antaranya meninggal dunia,” kata Helmi seraya menambahkan, Pemkab Garut juga telah mengisolasi 315 kepala keluarga di satu kampung, Desa/Kecamatan Cigedug, setelah adanya seorang positif Covid-19 meninggal dunia.

Baca Juga:   LindungiHutan Gelar Green Skilling #24 Bahas Real Impact sebagai Strategi Bisnis

Alasan isolasi warga di kampung tersebut, kata dia, karena pasien positif tersebut banyak kontak di kampung itu sehingga perlu penanganan khusus terhadap warga tersebut. “Diisolasi mandiri karena pertimbangannya sudah zona merah,” kata Helmi. (Ant)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *