oleh

Dua Pengusaha Kota Dodol Akan Bertarung di Muskab Kadin Garut

GOSIPGARUT.ID — Satu hari menjelang penutupan dua pengusaha Kota Dodol telah mendaftarkan diri menjadi calon Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Garut masa bakti 2020-2025.

Kedua pengusaha tersebut, yakni H. Agus Alfaz dan H. Yudi Nugraha Lasminingrat. Keduanya mendaftarkan diri langsung ke panitia musyawarah kabupaten (Muskab) di Kantor Kadin Garut Jalan Terusan Pembangunan di waktu yang berbeda.

Yudi Nugraha, mendaftarkan diri jadi kandidat Ketua Kadin Garut pada Kamis (9/1/2020). Saat itu, kepada wartawan ia mengatakan, bahwa salah satu pengusaha muda di Garut dirinya merasa terpanggil untuk menjadikan Kadin sebagai wadahnya semua jenis usaha yang ada di Kabupaten Garut.

Baca Juga:   Tarif Angkutan Umum di Garut Naik 20 Persen Selama Musim Mudik Lebaran

“Kabupaten Garut bagi saya sangat kaya dengan bermacam potensi usaha, misalnya nelayan, batu akik,  kulit, pariwisata, pertambangan dan lain-lain,” ujar Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Garut ini.

Yudi juga mengaku merasa terpanggil untuk mengembangkan potensi yang dimiliki Garut sehingga dirinya siap menjadi Ketua Umum Kadin Garut yang akan menggelar Muskab pada 21 Januari mendatang.

“Sudah saatnya Kadin meninggalkan ketergantungan dari jenis usaha hanya di bidang jasa konstruksi saja. Masalahnya peluang usaha masih sangat banyak guna menopang pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Garut,” ujarnya.

Sementara Agus Alfaz, pengusaha yang sekaligus mantan aktivis Garut itu resmi maju sebagai calon Ketua Kadin Kabupaten Garut setelah mendaftar ke panitia, Senin (13/1/2020) sore. Ia didampingi sejumlah simpatisan menyerahkan berkas pendaftaran di sekretariat panitia Muskab Kadin Garut.

Baca Juga:   Mau Hilangkan Mental Miskin, Juju Julaeha Mundur dari Kepesertaan PKH

Agus mengatakan, Kadin harus menjadi benteng pertahanan ekonomi global dan pro ekonomi lokal. Terlebih saat ini Indonesia maupun Kabupaten Garut sendiri dihadapkan persaingan kuat, sehingga harus ada proteksi terhadap perekonomian nasional maupun daerah.

“Kita juga ingin di internal coba bikin Kadin commer. Membuka konsultasi UKM online, seperti bagaimana membuat kemasan, izin, barkode, sertifikasi halal, BPOM, termasuk konsultasi pajak. Itu menjadi penting penunjang ekonomi kreatif maju ke tingkat global,” kata dia.

Tidak hanya itu, tambah Agus, Kadin juga diproyeksikan agar bisa menjadi kanalisator, menyalurkan, mengidentifikasi masalah, usaha,
melakukan pemetaan data potensi ekonomi lokal.

Baca Juga:   Terminal Guntur di Garut Masih Tutup untuk Angkutan Umum

“Termasuk dalam upaya kita menaikkan kelas UMKM, industri, pariwisata pertambangan, energi baru terbarukan. Ini perlu peran banyak pihak, makanya kita juga mengajak seluruh stakeholders untuk bersatu membangun perekonomian Garut,” ucapnya.

Panitia akan menutup pendaftaran pada Selasa (14 Januari 2020) sekitar pukul 16.00 WIB. “Jika sampai dengan Selasa pukul 16.00 sore tidak ada lagi pendaftar. Maka dipastikan calon itu ada dua orang, yakni Agus Alfaz dan Yudi Nugraha yang telah lebih dulu mendaftarkan diri,” kata ketua panitia, Agus Indra Arisandi. (Papap)

Komentar

Berita Terkait