oleh

Dispertan Garut Terjunkan Tim Pengendali Hama Ulat pada Tanaman Jagung

GOSIPGARUT.ID — Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Garut  menerjunkan tim untuk melakukan gerakan pengendalian hama ulat yang selama ini menyerang sentra tanaman jagung di 30 kecamatan dan menyebabkan tanaman rusak sehingga membuat petani rugi.

Kepala Dispertan Kabupaten Garut Beni Yoga di Garut menuturkan, tim pengendali dari Dispertan Garut sudah disebar ke daerah sentra tanaman jagung yang dilanda hama ulat tersebut untuk melakukan upaya pemberantasan dan antisipasi dengan para petani.

Upaya yang dilakukan petugas di lapangan, kata dia, di antaranya menyemprotkan obat anti hama khusus ulat dari bahan organik maupun campuran cairan kimia yang dinilai ampuh membasmi hama itu.

“Kita menggunakan cara penanggulangan dengan memanfaatkan jamur dari ulat itu sendiri maupun pestisida khusus ulat,” ujarnya.

Baca Juga:   Garut Pasok 1.500 Ton Cabai dan Bawang Merah ke Jabotabek

Beni menyampaikan, gerakan tim pengendali hama itu akan terus bekerja memantau dan mengatasi tanaman jagung yang terserang hama ulat.

Jika tidak diantisipasi secara dini, kata dia, khawatir hama tersebut terus menyerang untuk memakan tanaman jagung dan menimbulkan kerugian materi lebih besar lagi.

“Kalau dibiarkan bahaya, bisa terus menyerang, hama ulat ini selama 24 jam tidak berhenti memakan tanaman jagung,” kata Beni.

Baca Juga:   Gubernur Jabar: Di Garut Selatan Ada Potensi Dibangun Bandara

Ia mengungkapkan, dari 42 kecamatan di Garut sebanyak 30 kecamatan atau seluas 731 hektare kawasan sentra tanaman jagung sudah terserang hama ulat.

“Daerah yang paling parah terdampak hama atau zona merah yaitu di Kecamatan Malangbong dan Banyuresmi,” kata Beni.

Serangan hama itu, tambahnya,  tidak hanya menyerang tanaman jagung di Garut, tetapi di daerah lain seperti Kabupaten Sumedang dan Bandung dilaporkan sama terserang hama ulat.

Baca Juga:   Pohon Besar di Jalan Ciwalen Disoal Warganet, Begini Kata Dinas LH Garut

“Serangan hama ini baru terjadi tahun ini, sebelumnya tidak pernah, hama ulat juga saat ini sedang dikaji oleh pemerintah pusat untuk mengetahui lebih jauh soal jenis hama ini,” katanya. (Ant)

Komentar

Berita Terkait