Berita

Kabupaten Garut Darurat Kemarau, Lahan Mengering dan Warga Kesulitan Air

×

Kabupaten Garut Darurat Kemarau, Lahan Mengering dan Warga Kesulitan Air

Sebarkan artikel ini
Seorang warga melintasi lahan sawah yang dilanda kekeringan akibat kemarau di Desa Cibiuk Kaler, Kabupaten Garut, Minggu (4/08/2019). (Foto: Antara)

GOSIPGARUT. ID — Bupati Rudy Gunawan menyatakan sebagian besar wilayah di Kabupaten Garut mulai darurat kemarau yang menyebabkan lahan produktif pertanian mengering dan warga kesulitan air, sehingga perlu upaya untuk mengatasi kondisi darurat tersebut.

“Kemarau di daerah kita ini sudah mulai darurat, banyak lahan pertanian yang sudah mulai retak-retak,” katanya usai melaksanakan shalat “istisqa” dan doa bersama memohon kepada Allah SWT agar turun hujan di Lapangan Sekretariat Daerah Pemkab Garut, Selasa (17/9/2019).

Ia menjelaskan, bahwa musim kemarau 2019 sudah berlangsung lama melanda wilayah Garut yang berdampak areal pertanian warga, terutama yang jauh dari irigasi sudah kekeringan.

Baca Juga:   Kemiskinan Ekstrem di Kabupaten Garut, 65.868 Keluarga Masuk ke Dalam Desil 1

Menurut Rudy, darurat kekeringan akibat musim kemarau tersebut hampir terjadi di setiap kecamatan di Garut yang selama ini lahan pertanian tidak lagi produktif dan warga kesulitan mendapatkan air bersih.

“Lahan pertanian sudah banyak yang tidak produktif karena sudah berbulan-bulan tidak teraliri air,” ujarnya.

Rudy menambahkan, dampak kemarau tersebut menjadikan wilayah Garut bagian utara dan selatan siaga bencana kekeringan. “Kita sudah menyatakan siaga bencana kekeringan,” katanya.

Baca Juga:   Garut Targetkan Produksi Jagung Capai 513 Ton pada 2025, Barnas Adjidin Apresiasi Kinerja Distan

Pemkab Garut, lanjut Rudy, telah melakukan upaya mengatasi bencana kekeringan dengan mendistribusikan air kepada masyarakat yang daerahnya sulit mendapatkan air bersih.

“Menghadapi kemarau yang panjang ini kami menyiapkan langkah-langkah salah satunya menyediakan air minum,” terang dia.

Sementara itu, Dinas Pertanian Kabupaten Garut mencatat seluas 2.760 hektare lahan pertanian dan perkebunan di Garut dilanda kekeringan, dan 5.600 hektare lahan terancam kekeringan tersebar di wilayah Garut. (Ant/Fj)

Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *