oleh

Pemerintah Desa di Garut Kembangkan Wisata Arung Jeram

GOSIPGARUT.ID — Sejumlah pemerintah desa di Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, mulai membangun fasilitas untuk menunjang objek wisata arung jeram Sungai Cimanuk yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi desa.

“Yang dibangun untuk sementara semacam rest area dan shelter yang masih sederhana,” kata Kepala Desa Wanakerta, Kecamatan Cibatu, Sunarkawan (55) kepada wartawan, Minggu (1/9/2019).

Ia menuturkan, aliran sungai yang melintasi Desa Wanakerta serta sejumlah desa lainnya di Kecamatan Cibatu memiliki potensi wisata arung jeram yang layak dikembangkan menjadi destinasi wisata petualangan menyusuri sungai.

Baca Juga:   Proyek Revitalisasi Situ Bagendit Dilelang Februari Ini

Menurut Sunarkawan, hasil kajian bersama tim profesional di bidang olahraga arung jeram bahwa Sungai Cimanuk di Kecamatan Cibatu memiliki jalur yang menarik dan memiliki empat tingkatan untuk lintasan arung jeram.

“Menurut instruktur arung jeram yang memandu dan mengawal kegiatan tersebut di Cibatu ini terdiri dari empat level,” katanya.

Sunarkawan menyampaikan, jajarannya bersama pemerintah desa lain serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Cibatu telah terlibat dalam pengembangan objek wisata arung jeram di Cibatu.

Baca Juga:   Selama Ramadhan, Taman Satwa Cikembulan Garut Tutup untuk Umum

Program ke depan, kata dia, destinasi wisata arung jeram di Cibatu akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) bersama agar memberikan manfaat untuk pembangunan desa.

“Sementara yang terlibat kegiatan ini hampir semua kepala desa dan Forkopim kecamatan sebab ke depannya akan dikelola oleh Bumdes bersama,” kata Sunarkawan.

Ia menambahkan pengembangan potensi wisata arung jeram itu rencananya akan melibatkan para ahli, bahkan dari mahasiswa ITB dan Unpad akan mengawal dan memandu kegiatan arung jeram di Cibatu.

Baca Juga:   Pascalebaran 2019, Hotel di Cipanas Garut Penuh Dihuni Wisatawan

“Sementara untuk pengembangan potensi tersebut, kami sepakat akan melibatkan para ahli, untuk pembangunan fisik pendukungnya tentu saja akan melibatkan tenaga arsitek dan teknik sipil,” kata Sunarkawan. (Ant/Fj)

Komentar

Berita Terkait