oleh

Kini Bupati Garut yang Kagumi Mesin Penghancur Sampah Hasil Inovasi Pemuda Cisewu

GOSIPGARUT.ID — Setelah Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, yang mengaku kagum dan mengapresiasi kreativitas salah seorang pemuda Desa/Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, yang berhasil membuat mesin pencacah sampah dan mampu mengubahnya menjadi sampah organik, kini hal yang sama disampaikan orang nomor satu di Kabupaten Garut, Bupati Rudy Gunawan.

Saat menerima para pemuda dari Kelompok Tani Sintok, Desa/Kecamatan Cisewu, di Pendopo Garut, Selasa (20/8/2019), Bupati Rudy mengatakan bahwa hasil kreativitas karya inovasi dari anak desa itu patut mendapat dukungan besar dari semua pihak.

“Ini merupakan teknologi tepat guna yang dihasilkan oleh kelompok tani yang sangat inovatif. Oleh karena itu kita akan berikan arahan untuk study penelitian dan pengembangannya,” tandas dia, di depan sejumlah pemuda Kelompok Tani Sintok yang mengaku sengaja datang ke Pendopo Garut guna memperkenalkan hasil inovasi karyanya, yaitu mesin pengolahan sampah yang bisa dijadikan pupuk organik dan mengurai limbah sampah plastik.

Baca Juga:   Garut Berpeluang Penuhi Pasar Bawang Putih di Dalam Negeri

“Karya inovatif ini menjadi kebanggaan saya. Makanya kita dukung hasil dari orang yang peduli terhadap lingkungan. Ini bisa menjadi solusi dimana sampah yang tidak terurai dari plastik, ternyata mampu terurai. Nanti akan kita kembangkan,” kata Bupati lagi.

Sementra Ketua Kelompok Petani Sintok Cisewu, Yudi Yana, mengaku sangat bersyukur atas respon Bupati Garut yang begitu besar dan akan mendukung poktannya untuk terus mengembangkan mesin penghancur sampah hasil karyanya.

”Alhamdulillah respon Bupati sangat baik. Kami diminta untuk terus mengembangkan mesin ini untuk kebutuhan pupuk dan industri lain yang dihasilkan dari uraian limbah sampah plastik,” kata dia.

Yudi menjelaskan, kedatangannya di Pendopo Garut dan bertemu dengan Bupati Rudy Gunawan dalam rangka memamerkan mesin penghancur sampah hasil karya kelompok tani di depan Bupati. ”Kami ingin memamerkan hasil inovasi dari Poktan Sintok kepada Bupati. Inovasinya adalah mesin menghancur sampah,” ujar dia.


Bupati Garut Rudy Gunawan saat menerima para pemuda dari Poktan Sintok Cisewu di Ruang Pamengkang, Pendopo Garut, Selasa (20/8/2019). (Foto: Istimewa)

Pada kesempatan sebelumnya, Sabtu (27/7/2019) lalu, Wagub Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, mengapresiasi kreativitas para pemuda dari Poktan Sintok Cisewu yang berhasil membuat mesin pencacah sampah dan mampu mengubahnya menjadi sampah organik.

Baca Juga:   AMPG: Kejari Garut Belum Ekspos Kasus Korupsi DPRD di Kejati Jabar

Apresiasi orang kedua di Pemprov Jabar ini disampaikan di lapang Lemah Luhur Desa Cisewu, selepas meresmikankan sarana olahraga (lapang futsal dan voly bal) di desa itu yang dibiayai oleh dana desa (DD).

Dikatakan Uu, mesin ini memang perlu diteliti lebih seksama lagi oleh para ahli di bidangnya, terutama soal kandungan yang dihasilkan oleh mesin tersebut. Meski begitu, pihaknya sangat mengapresiasi terobosan teknologi itu, yang dibangun di tempat yang jauh dari keramaian kota.

“Saya sempat mencoba langsung mesin ini. Sae pisan. Semoga Pemkab Garut bisa menindaklanjuti inovasi ini, agar bisa lebih bermanfaat lagi bagi masyarakat luas,” ujar Wagub, didampingi Camat Cisewu, Doni Rukmana.

Baca Juga:   Petani Garut Menjerit, Tanaman Padi Fuso Karena Diserang Penyakit Blass

Menurut Uu, pemuda yang kreatif seperti Yudi adalah pemuda yang hebat. Meskipun tinggal berada jauh dari kota besar, tetapi inisiatif dan pemikirannya luar biasa. “Semoga kiprah dan usahanya menjadi amal ibadah,” kata dia.

Sementara Yudi Yana, sang inisiator pembuat mesin pencacah sampah, menjelaskan awal dari keinginan menciptakan teknologi itu karena merasa khawatir dengan resiko (bahaya) yang ditimbulkan oleh banyaknya sampah yang tidak ditanggulangi.

“Mesin ini memang cukup efektif bisa memecah segala jenis sampah, termasuk plastik. Dari sampah-sampah tersebut kemudian dirubah menjadi pupuk organik. Di sini, sudah banyak petani yang merasakan manfaat pupuk dari daurulang sampah ini,” kata dia.

Yudi menerangkan, pupuk organik yang dihasilkan dari daurulang mesin buatannya itu memang belum dikomersilkan, meskipun sampai saat ini sudah banyak petani di Cisewu yang menggunakannya. ***

Komentar

Berita Terkait