Berita

Demi Keluarga di Garut, Ajay Rela Berjualan Pernak-pernik Agustusan ke Cimahi

×

Demi Keluarga di Garut, Ajay Rela Berjualan Pernak-pernik Agustusan ke Cimahi

Sebarkan artikel ini
Ajay (30), pria asal Leles, Kabupaten Garut, yang berjualan pernak pernik Agustusan di Kota Cimahi. (Foto: Faqih Rohman Syafei)

GOSIPGARUT.ID — Ajay (30), pria asal Leles, Kabupaten Garut, harus rela meninggalkan istri dan kedua anaknya demi meraup pundi-pundi rupiah di Kota Cimahi. Setiap malam, penjual pernak-pernik Agustusan ini mengaku rindu akan suasana rumah serta canda tawa keluarga kecilnya. 

Kepada Ayobandung.com dia bercerita, setiap menjelang Hari Kemerdekaan Indonesia dalam lima tahun terakhir, dia bersama empat temannya mengadu nasib ke Kota Cimahi untuk berjualan pernak-pernik itu.

Di kampung asalnya, sehari-hari Ajay bekerja sebagai buruh bangunan. Dia mengaku rela banting stir dari buruh bangunan menjadi penjual pernak-pernik Agustusan karena tergiur oleh keuntungan yang besar.

Baca Juga:   Di Cisewu Garut, Hanya Desa Girimukti yang Sudah Bebas ODF

“Saya biasanya jualan bendera, umbul-umbul, background dan lainnya di Kota Cimahi mulai tanggal 27 Juli sampai 16 Agustus di Jalan Amir Machmud depan kantor Dinsos Jabar,” ujarnya, Rabu (31/7/2019).

Dari tempat tinggalnya menuju Kota Cimahi, dia berangkat menggunakan transportasi umum dengan membawa barang dagangannya. Barang-barang yang dijajakannya tersebut diambil dari salah seorang distributor di Garut. 

“Saya jualan ini ambil dulu barangnya ke seorang pembuat bendera, lalu setelah laku saya kemudian membayarnya sesuai jumlah yang terjual,” katanya.

Selama berada di Kota Cimahi, dia bersama rekan-rekannya menyewa sebuah kontrakan kecil yang tak jauh dari tempatnya berjualan. Ia memilih berjualan di Kota Cimahi karena tidak banyak pesaing, jika dibandingkan dengan berjualan di Kota Bandung. 

Baca Juga:   Serap Aspirasi Warga, Balon Kades Cisewu Bangun Saung Rempug

Pernak-pernik yang dijualnya dibanderol mulai harga Rp25.000-250.000 tergantung dari jenis dan ukurannya. Terkadang, kata Ajay, dalam 18 hari berjualan, hasilnya tidak menentu. Namun, paling sedikit keuntungan yang didapatnya sekitar Rp1 juta.

“Dari hasil keuntungan tersebut saya gunakan untuk kebutuhan rumah, dan lainnya. Kalau barang yang saya bawa bendera sebanyak 10 kodi, background 50 biji dan umbul-umbul 30 biji, jika gak habis atau laku ini jadi limbah,” terangnya.

Baca Juga:   Green Skilling #22 Tawarkan Perspektif Baru Membangun Keberlanjutan dari Komunitas

Ada banyak cerita suka dan duka selama beberapa tahun berjualan pernak-pernik Agustusan di Kota Cimahi. Di tahun kemarin, dia harus menanggung rugi akibat barang dagangannya raib di curi orang tidak dikenal.

“Sukanya kalau banyak yang beli, tapi kalau dukanya pernah kehilangan bendera tujuh kodi pas saya lagi masang-masangin barang tiba-tiba ada orang ngambil bendera,” ucapnya.

Ia berharap tahun ini bisa menjual habis barang dagangannya sehingga bisa membawa uang yang banyak ke kampung halamannya. (Gun)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *