Budaya

Pelaksanaan UN di SMPN 1 Cilawu Dikawal Aparat TNI dan Polri

×

Pelaksanaan UN di SMPN 1 Cilawu Dikawal Aparat TNI dan Polri

Sebarkan artikel ini
Muspika Kecamatan Cilawu bersama Kepala SMP 1 Cilawu ketika melakukan monitoring pelaksanaan ujian nasional, Senin (22/4/2019). (Foto: Yuyus YS/GosipGarut)

GOSIPGARUT.ID — Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMP mendapat perhatian dalam pengamanan dari TNI dan Polri. Seperti di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Cilawu.

Kepala SMPN 1 Cilawu, Yusup Satria Gautama mengatakan, meski hasil UN tidak menentukan lulus tidaknya siswa, namun upaya pengamanan harus tetap dilakukan.

“Kita koordinasi dengan Polsek dan Koramil Cilawu dalam pengambilan soal, termasuk dalam proses pelaksanaan ujiannya kita bersama Muspika Cilawu yang terdiri dari Camat, Danramil, Kapolsek, Koordinator Wilayah (Dinas Pendidikan) Cilawu memantau proses ujian di sekolah-sekolah,” kata dia, Selasa (23/4/2019).

Menurut Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SMP Kabupaten Garut ini, pelaksanaan ujian di SMPN 1 Cilawu sendiri, 400 siswa masih mengerjakan dengan berbasis kertas pensil.

Baca Juga:   Warga Muhammadiyah Garut Kini Miliki Gedung Dakwah, Diresmikan KH Haedar Nashir

“UNKP di sini ada 435 siswa, semuanya hadir. Dari jumlah itu yang reguler 400 siswa, sekolah terbuka 46 siswa dan sekolah swasta yang gabung ke sini ada 9 orang,” ujar Yusup.

Ia mengungkapkan, alasan belum dilaksanakannya UN berbasis komputer lantaran melihat kemampuan sekolah dan para siswa yang memiliki latar belakang dari keluarga petani.

“Kenapa kami tidak UNBK? Yang jadi kendala, di SMP sekarang tidak ada mata pelajaran komputer. Mudah-mudahan tahun depan mata pelajaran komputer diadakan lagi,” kata Yusup.

Baca Juga:   Naik dari Tahun Lalu, Potensi Zakat Fitrah di Garut Sebesar Rp63 Miliar

Ia mengakui, pihaknya sudah melakukan survei ke tingkat orang tua, di mana mayoritas matapencahariannya yaitu petani jadi. “Jadi, mohon maaf kita tidak buru-buru untuk menggelar UNBK. Kita tidak ingin memaksakan, jangan sekolah UNBK anak anak jadi korban. Kalau sudah siap baik sarana dan prasarananya, begitupun siswanya, kami juga tidak menutup kemungkinan jika perlu melaksanakan UNBK,” sambung Yusup.

Menurutnya, antusias siswa yang mengerjakan ujian nasional berbasis kertas pensil (UNKP) tidak kalah dengan mereka yang mengerjakan UNBK. Pasalnya, perbedaan itu hanya ada dalam cara pengerjaan soal saja. Sedangkan bentuk dan jenis soalnya relatif sama.

Baca Juga:   Peringatan Maulid Nabi Muhammad Gaya Pemuda Pangatikan, Ada Sunatan Massal

“Dalam hal antusiasme belajar misalnya, siswa kami mewakili (dalam olimpiade) berangkat ke tingkat provinsi, itu bisa dibuktikan masalah semangat, apalagi di seni siswa kami bisa juara umum di Kabupaten Garut dan juga mewakili Garut di Provinsi,” ujar Yusup.

Sementara itu, Kapolsek Cilawu, AKP Saepuloh, mengatakan, upaya pengamanan dilakukan di setiap sekolah yang melaksanakan ujian nasional. “Sampai saat ini pelaksanaan UN berjalan aman lancar, mudah-mudahan kondusif sampai selesai,” katanya. (Yuyus)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *