GOSIPGARUT.ID — Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 11 Garut, yang berlokasi di Kampung Cisaninten, Desa/Kecamatan Cisewu, dari tanggal 11 sampai 19 Maret 2019, menyelenggarakan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) berbasis android.
Menurut Ketua Pelaksana, Iwan Ruswandi, M. M.Pd, pelaksanaan USBN hari pertama pada Senin (11/3/2019), berjalan lancar. Namun, meski demikian, pihaknya tetap dihantui kecemasan, yaitu takut listrik mati di tengah berlangsungnya USBN sehingga ujian menjadi terhambat.
“Listrik ke Cisewu itu sering padam, bahkan padam seharian penuh. Kalau listrik mati, ini berhubungan dengan sinyal provider yang jadi terganggu. Tapi, mudah-mudahan selama dilangsungkan USBN, listrik dan provider aman-aman saja,” kata Iwan kepada GOSIPGARUT.ID, Senin (11/3/2019).

Ia menjelaskan, USBN berbasis android merupakan terobosan baru setelah sistem lama USBN berbasis kertas secara perlahan akan ditinggalkan. Dan, dikatan Iwan, SMKN 11 Garut merupakan SMK pertama di Garut Selatan yang menggunakan sistem USBN berbasis android.
“Meskipun kami berada di kampung yang kondisinya sering mati listrik, tetapi kami siap menyelenggarakan ujian sekolah berbasis online dan android sesuai arahan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat,” ujar dia.
Iwan menambahkan, jumlah siswa kelas 12 yang mengikuti USBN berbasis android sebanyak 52 orang dari empat kompetensi keahlian (teknik audio video, teknik komputer dan jaringan, teknis bisnis sepeda motor, otomatisasi dan tata kelola perkantoran).
Seorang siswa kelas 12 bernama Ahmad menyambut baik adanya ujian sekolah berbasis android yang membuat siswa belajar secara mandiri dan tidak bisa bekerjasama karena soal yang mengacak. “Dengan sistem ini kami pun bisa lebih enjoy menggunakannya,” ujarnya. (Gun/Yus)



.png)














