Berita

Garut Rawan Air Bersih, Pemkab Akan Beli 17 Lokasi Sumber Air

×

Garut Rawan Air Bersih, Pemkab Akan Beli 17 Lokasi Sumber Air

Sebarkan artikel ini
Sumber air. (Ilustrasi/Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Bupati Rudy Gunawan menyatakan Kabupaten Garut terancam rawan persediaan air bersih sehingga pemerintah akan membeli 17 lokasi sumber mata air.

“Kita antisipasi ancaman rawan air, Garut punya program penyelamatan mata air, Pemkab mau membeli 17 titik sumber air tersebar di beberapa daerah,” kata Rudy Gunawan usai meninjau sumber mata air di Tanjungnagara, Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut, Rabu (20/2/2019).

Ia menuturkan Pemkab Garut memberikan perhatian serius dalam menjaga kelestarian lingkungan, salah satunya menjaga kawasan yang menjadi sumber mata air di Garut.

Baca Juga:   Malu Numpang Belajar, Siswa SMPN 1 Talegong "Curhat" Lewat Video Viral

Upaya keseriusan pemerintah itu dengan siap mengalokasikan anggaran untuk membeli tanah atau kawasan yang menjadi sumber mata air. Salah satu daerah yang segera dibeli, kata Rudy, titik mata air di Cibulerang, Kecamatan Wanaraja, dengan dana yang disiapkan sebesar Rp12 miliar.

“Sekarang yang akan dibeli daerah Cibulerang, Rp12 m (miliar) kita siapkan,” katanya.

Rudy menargetkan seluruh titik mata air yang akan dibelinya dapat selesai pada tahun 2022 dengan sumber dana akan dialokasikan setiap tahun. “Nanti kita anggarkan Rp12 miliar untuk mata air,” ujarnya.

Baca Juga:   Pemkab Garut Tetapkan Kasus Keracunan Massal Jadi KLB, Biaya Perawatan Ditanggung Penuh

Rudy mengungkapkan menjaga sumber mata air perlu dilakukan oleh pemerintah untuk memberikan jaminan kebutuhan masyarakat terhadap air.

Sumber mata air itu selanjutnya akan dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) atau dikelola secara swadaya untuk kebutuhan masyarakat sekitar. “Air bersih itu kebutuhan dasar, jadi harus dipenuhi, karena sekarang saja masih ada daerah yang kekurangan,” katanya.

Rudy menambahkan, hasil peninjauan sumber mata air di Tanjungnagara memiliki volume air 100 liter per detik, bahkan pada musim kemarau, air tersebut masih mengalir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Baca Juga:   Kapitalisasi Ethereum TVL Melonjak dan Pengaruhnya Pada Harga ETH

Namun titik sumber mata air itu berada di bawah areal pertanian masyarakat, sehingga tidak dapat dimanfaatkan secara optimal. “Air ini terbuang, hanya dapat dimanfaatkan untuk daerah sawah yang di bawah, nanti ini akan dikelola oleh PDAM, sekarang kita masih negosiasi dengan pemilik lahan,” katanya. (Ant/Fj)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *