Berita

Pengangguran di Garut Masih di Angka 77 Ribu, Dua Pabrik Besar Belum Mampu Serap Banyak Naker

×

Pengangguran di Garut Masih di Angka 77 Ribu, Dua Pabrik Besar Belum Mampu Serap Banyak Naker

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI: Pengangguran di Kabupaten Garut masih tinggi.

GOSIPGARUT.ID — Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut menyatakan angka pengangguran di kabupaten ini cukup tinggi. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pada akhir 2018 lalu angka pengangguran mencapai 77 ribuan, sedangkan pada Tahun 2017 angka pengangguran sekitar 65 ribuan.

“Tingginya angka pengangguran di Kabupaten Garut terlihat dari banyaknya pembuat surat pencari kerja, atau kartu kuning di kantor Disnakertrans. Dalam sehari rata-rata kami bisa membuat 200 kartu kuning,” kata Kepala Disnakertrans Garut, H Tedi, Rabu (10/07/2019).

Ia menyampaikan, meski sudah ada beberapa perusahaan asing di Kabupaten Garut, seperti pabrik besar yang belum lama berdiri (PT. Changsin dan PT. Hoga), namun tampaknya belum maksimal menampung tenaga kerja. Changsin misalnya, baru menampung sekitar 8 ribuan pekerja, sedangkan PT. Hoga baru menyerap 100 karyawan saja.

Baca Juga:   Manajemen Indomaret Jalan KHZ Mustofa Akui Kesalahan dan Telah Meminta Maaf kepada Konsumen

“Hoga itu baru merekrut 100 karyawan, karena mereka katanya belum punya order. Untuk Changsin bulan Juli ini akan merekrut lagi 350 karyawan dan mereka sudah minta ke kita,” ujar Tedi.

Ia menegaskan, dalam menekan angka pengangguran tersebut, Disnakertrans Kabupaten Garut akan bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian mengadakan pelatihan yang akan dipusatkan di Balai Latihan Kerja (BLK).

Baca Juga:   Barangnya Busuk dan Bau, Penerima Manfaat Bantuan Pangan di Banyuresmi Mengeluh

“BLK sendiri saat ini memiliki 7 kejuruan, di antaranya otomotif, bengkel, las, pertanian, garmen, komputer dan yang lainnya. Bagi masyarakat yang berminat silahkan mendaftar ke BLK, tidak dipungut biaya, umur juga tidak dibatas,” jelas Tedi.

Dengan biberikan pembekalan keahlian di BLK, tambah dia, diharapkan bisa menciptakan peluang usaha secara mandiri atau menjadi tenaga ahli yang bisa bekerja di perusahaan sesuai keahlianya.

Baca Juga:   Kemenkop Dorong Koperasi Peternak Sapi Perah Garut Suplai Susu untuk Program MBG

“Selain dididik keahlian BLK, kami juga berupaya menempatkan tenaga kerja di perusahaan perusahaan yang ada, serta perluasan lapangan kerja. Tahun 2017 kita sudah melakukan penempatan dan perluasan itu sebanyak tujuh ribuan. Pada Tahun 2018 sekitar 12 ribu,” kata Tedi. (Yus/Fj)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *