GOSIPGARUT.ID — Pemerintah menggelontorkan sekitar Rp38 miliar untuk memperbaiki Jalan Pamegatan–Singajaya di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Proyek sepanjang 6,5 kilometer melalui Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah 2026 ini ditargetkan rampung dalam 60 hari, meski menghadapi tantangan geografis dan musim penghujan.
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta–Jawa Barat menggelar sosialisasi dan Pre-Construction Meeting (PCM) proyek tersebut di Aula Kantor Kecamatan Banjarwangi, Rabu, 4 November 2026. Pertemuan ini dihadiri Anggota Komisi V DPR RI Ade Ginanjar, Plt. Kepala BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat Ibnu Kurniawan, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, serta jajaran pemerintah daerah dan masyarakat.
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengatakan perbaikan jalan tersebut telah lama dinantikan warga. Ia mengapresiasi dukungan Presiden, Menteri Pekerjaan Umum, dan Ade Ginanjar yang mengawal usulan pembangunan hingga mendapat alokasi anggaran.
“Alhamdulillah pada hari ini mulai terealisasi. Dan tentu saya berharap bahwa ini benar-benar bisa terealisasi. Ya, kemudian juga benar-benar bisa memenuhi harapan masyarakat. Meskipun ya ini baru 6 kilo setengah, doakeun we,” kata Syakur.
Syakur meminta masyarakat mendukung pelaksanaan proyek, termasuk menghadapi kemungkinan kemacetan akibat pekerjaan pengecoran. Menurut dia, gangguan lalu lintas selama dua bulan merupakan pengorbanan yang layak demi infrastruktur yang lebih baik.
“Menurut saya mendingan berkorban enggak apa-apa 2 bulan tapi insya Allah kesananya lebih baik lagi,” ujarnya.
Ia meminta camat dan tokoh masyarakat menyosialisasikan tahapan pekerjaan kepada warga. Syakur berharap jalan yang lebih baik dapat memperlancar aktivitas pendidikan, pekerjaan, dan perdagangan, sekaligus menekan biaya transportasi serta distribusi barang.
“Supaya nanti pun jualan barang dari Banjarwangi ke tempat lain bisa murah karena jalan tidak jelek, ongkos tidak mahal. Itu harapan saya,” tuturnya.
Empat paket konstruksi beton
Anggota Komisi V DPR RI Ade Ginanjar menyatakan proyek ini merupakan hasil perjuangan pengusulan infrastruktur daerah di tingkat nasional. Dari total anggaran Inpres Jalan Daerah sebesar Rp12 triliun secara nasional, Rp4 triliun dialokasikan pada tahap ini untuk berbagai daerah.
Ade mengaku selama ini menerima laporan mengenai kondisi jalan Banjarwangi dari Bupati Garut. Ia berjanji terus mengawal kebutuhan infrastruktur di wilayah tersebut.
“Jadi orang Banjarwangi-Singajaya-Peundeuy mah ulah sieun memperjuangkan. Ditugaskeun di Komisi V mah, saya pasti akan terus memperjuangkan,” kata Ade.
Ia juga mengingatkan penyedia jasa agar mengutamakan kualitas pekerjaan. “Saya titip pekerjaan ini harus benar-benar bisa maksimal dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dengan puas kondisi jalan Banjarwangi-Singajaya ini,” ujarnya.
Plt. Kepala BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat Ibnu Kurniawan menjelaskan, proyek preservasi dibagi menjadi empat paket dengan total panjang penanganan 6,5 kilometer. Konstruksi menggunakan beton kaku (rigid pavement) setebal 20 sentimeter, lapisan beton kurus (lean concrete) 10 sentimeter, serta Lapis Pondasi Atas (LPA).
Lebar jalan dirancang 4 hingga 4,5 meter, menyesuaikan ketersediaan lahan. Ibnu menyebut anggaran pengadaan proyek mencapai Rp43 miliar, sedangkan nilai kontraknya sekitar Rp38 miliar.
“Harapannya nanti hasil pekerjaan ini tuh bukan cuman bertahan setahun dua tahun, tapi bertahan panjang sesuai dengan umur rencana yang sudah kita rencanakan,” kata Ibnu.
Ia meminta kontraktor menyusun strategi pelaksanaan yang matang dan mempercepat pekerjaan. Kondisi geografis Banjarwangi yang menantang serta musim hujan menjadi faktor yang harus diantisipasi. ***














