Berita

Tokoh Lingkungan Garut Curhat ke Menteri LH soal Sampah hingga Banjir: “Garut Darurat Kejahatan Lingkungan”

×

Tokoh Lingkungan Garut Curhat ke Menteri LH soal Sampah hingga Banjir: “Garut Darurat Kejahatan Lingkungan”

Sebarkan artikel ini
Tokoh lingkungan asal Garut, Rd Holil Aksan Umarzen, menyampaikan sejumlah persoalan lingkungan hidup di Kabupaten Garut kepada Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat dalam forum silaturahmi lintas elemen masyarakat di Rumah Kebangsaan HD Soetisno, Minggu (10/5/2026).

GOSIPGARUT.ID — Tokoh lingkungan asal Garut, Rd Holil Aksan Umarzen, menyampaikan sejumlah persoalan lingkungan hidup di Kabupaten Garut kepada Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat dalam forum silaturahmi lintas elemen masyarakat di Rumah Kebangsaan HD Soetisno, Minggu (10/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Holil menegaskan harapan besar masyarakat dan aktivis lingkungan kepada Jumhur agar tetap membawa semangat aktivisme meski kini menjabat sebagai menteri.

“Jabatan boleh, tapi jiwa tetap aktivis. Pejabat harus bisa merasakan penderitaan rakyat dan menyelesaikan persoalan mendasar,” ujar Holil di hadapan Menteri LH, sebagaimana dalam videonya yang diterima GOSIPGARUT.ID, Minggu (10/5/2026).

Ia menyebut Kabupaten Garut menjadi contoh nyata persoalan lingkungan yang juga terjadi di berbagai daerah di Jawa Barat hingga tingkat nasional.

Baca Juga:   Optimalisasi Charging Station: Tantangan dan Peluang dalam Pengembangan Energi Berkelanjutan

Salah satu persoalan utama yang disoroti ialah penanganan sampah kulit di Garut yang dinilai belum kunjung tuntas meski telah berganti kepemimpinan daerah selama bertahun-tahun.

Menurut Holil, persoalan limbah kulit tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor lingkungan hidup, tetapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat.

“Persoalan sampah kulit di Garut ini sudah menyentuh persoalan kesehatan masyarakat. Karena itu kami mengundang Pak Menteri untuk melihat langsung kondisinya,” katanya.

Selain masalah sampah, Holil juga menyoroti maraknya alih fungsi lahan di Garut, khususnya di wilayah Garut Utara yang berkembang menjadi kawasan industri.

Ia menilai banyak sawah dan kebun produktif berubah fungsi menjadi kawasan pabrik tanpa diimbangi penyediaan lahan pengganti sebagaimana diamanatkan undang-undang.

Baca Juga:   Penerima Bantuan Sosial di Garut Semrawut, Banyak yang Ganda

Padahal, kata Holil, wilayah Garut Utara memiliki potensi sumber daya air besar yang dapat menopang ribuan hektar lahan pertanian apabila dikelola secara optimal.

Holil juga mengkritik pembangunan kawasan industri yang dinilai belum didukung kesiapan infrastruktur dasar, termasuk infrastruktur lingkungan hidup.

Menurut dia, sejumlah kawasan industri di Garut berkembang di sekitar jalan nasional tanpa perencanaan lingkungan yang memadai.

“Ada investor yang ingin cepat membangun pabrik, tetapi tidak menyiapkan infrastruktur dasar kawasan industri, termasuk infrastruktur lingkungan hidup,” ujar Holil.

Ia turut menyinggung rencana relokasi kawasan industri kulit ke wilayah Ciwalen yang dinilai belum disertai kesiapan sarana pendukung lingkungan.

Baca Juga:   Lima Kecamatan di Garut Akan Jadi Kawasan Pertanian Terpadu Berstandar, Mana Saja?

Lebih lanjut, Holil mengingatkan meningkatnya ancaman kejahatan lingkungan di Garut yang disebut mulai memicu bencana banjir di sejumlah wilayah yang sebelumnya tidak pernah terdampak.

“Garut yang dulu tidak pernah banjir sekarang menjadi banjir. Ini akibat kejahatan lingkungan dan alih fungsi lahan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Holil secara terbuka mengundang Menteri LH untuk berkunjung ke Garut guna melihat langsung berbagai persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat.

Ia berharap pemerintah pusat dapat menghadirkan solusi konkret terhadap persoalan sampah, tata ruang, hingga kerusakan lingkungan yang dinilai semakin mengkhawatirkan. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *