Wisata

Bedah Visi City Branding, Pemkab Garut Bidik Sektor Pariwisata ala Banyuwangi

×

Bedah Visi City Branding, Pemkab Garut Bidik Sektor Pariwisata ala Banyuwangi

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Garut Putri Karlina dengan para pelaku wisata.

GOSIPGARUT.ID — Pemerintah Kabupaten Garut mulai mematangkan penyusunan identitas daerah atau city branding demi mempertegas karakter wilayah dan menggenjot potensi ekonomi lokal. Langkah ini ditempuh guna mendongkrak daya tarik Garut di peta pariwisata serta investasi skala regional maupun nasional.

​Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menegaskan bahwa perancangan konsep ini sengaja melibatkan lintas komunitas kreatif dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) teknis. Langkah kolektif ini diambil untuk menyerap aspirasi publik sebelum memformulasi cetak biru identitas Garut ke depan.

​”Rilnya kan belum, ini masih dirancang, ini kan belajar dulu. Dari belajar, memahami, bikin satu konsepsi, baru nanti dilaksanakan,” ujar Putri saat ditemui di Halaman Kantor DPMPTSP Garut, Rabu, 28 Oktober 2026.

Baca Juga:   Pemkab Garut Siapkan Anggaran Rp5,9 Miliar untuk PMT Balita Stunting

​Putri menggarisbawahi bahwa kunci keberhasilan city branding tidak terletak pada besarnya anggaran atau seremonial belaka, melainkan pada eksekusi terukur yang konsisten.

​”Tapi yang paling penting adalah aksi kecil-kecil daripada besar tapi cuma sekali. Jadi mending kecil tapi konsisten,” tuturnya.

​Meniru Langkah Banyuwangi dan Yogyakarta

​Dalam peta jalan yang sedang dirancang, Pemkab Garut mengarahkan poros utama identitas daerah pada pengembangan sektor pariwisata. Pola strategi ini mengacu pada rekam jejak kesuksesan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kabupaten Banyuwangi dalam membangun citra wilayah.

​Putri menilai, penentuan identitas daerah sangat krusial agar arah pembangunan tidak kehilangan fokus di tengah jalan.

Baca Juga:   Masa PPKM di Garut Dimanfaatkan untuk Mempercantik Objek Wisata

​”Kalau city branding itu seperti manusia, cita-citanya mau jadi apa. Region pun begitu, sebagai sebuah kabupaten cita-citanya mau jadi seperti apa. Kalau sekarang kan masih bingung,” ungkapnya.

​Putri menambahkan, kesamaan potensi geografis dan ekosistem kebudayaan menjadi alasan Garut mengadopsi model pembangunan pariwisata kedua daerah tersebut. Namun sebelum konsep dieksekusi, penyiapan sumber daya manusia sebagai penggerak utama di lapangan menjadi prioritas mutlak.

​”Akhirnya kita kumpulkan karena sepertinya punya pola yang sama dengan Banyuwangi dan Yogyakarta ke arah pariwisata. Yang paling utama penggeraknya, nah ini kita kumpulkan para penggeraknya dulu,” kata Putri.

​Strategi Organik Tanpa Seremoni

Launching

​Menariknya, Pemkab Garut memutuskan tidak akan menggelar seremoni peluncuran (launching) resmi untuk meresmikan city branding ini. Pemerintah daerah memilih pendekatan bertahap dan organik agar karakter daerah terbentuk secara alami melalui realisasi program kerja.

Baca Juga:   Menparekraf Sandiaga Uno: Garut Merupakan Jalur Baru Pariwisata di Jawa Barat

​Melalui pendekatan ini, reputasi dan citra baru Kabupaten Garut diharapkan terbangun dari akumulasi kerja-kerja konkret yang dirasakan langsung oleh masyarakat maupun wisatawan.

​”Launching-nya tidak ada tanggal pasti. Pokoknya jalan saja terus, nanti tiba-tiba branding itu terbentuk dengan sendirinya,” pungkas Putri. (Yuyus)

Yanti
previous arrow
next arrow

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
BGN 1
previous arrow
next arrow
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *