Berita

Kisah Pengemudi Becak 82 Tahun di Garut, Pingsan di Tanjakan Cilimus demi Nasi Kotak untuk Keluarga

×

Kisah Pengemudi Becak 82 Tahun di Garut, Pingsan di Tanjakan Cilimus demi Nasi Kotak untuk Keluarga

Sebarkan artikel ini
Oman (82 tahun), penggayuh becak lansia di Garut yang pingsan karena belum makan.

GOSIPGARUT.ID — Penyebab jatuhnya seorang pengemudi becak dari kendaraan listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto di Tanjakan Cilimus, Jalan Raya Bayongbong, Garut, Jawa Barat, akhirnya terungkap. Korban, Oman (82 tahun), terhempas ke jalan pada Selasa, 29 September 2026, bukan karena kerusakan armada atau kelalaian berkendara, melainkan akibat pingsan menahan lapar di tengah perjalanan.

​Warga Kampung Tegalparung, Desa Ciburuy, Kecamatan Bayongbong ini hilang kesadaran setelah mengayuh kendaraan melintasi jalur menanjak. Usut punya usut, Oman belum mengisi perutnya sejak mengikuti acara penyerahan bantuan di Pendopo Garut. Jatah nasi kotak yang ia terima sengaja tak dimakan, melainkan disimpan rapat-rapat untuk dibawa pulang demi keluarga di rumah.

​Kondisi fisik lansia yang kelelahan ditambah perut kosong membuat stamina Oman runtuh persis di Tanjakan Cilimus.

Baca Juga:   Tiga Warga Kecewa dengan Pelayanan Paspor Simpatik yang Digelar Kementerian Imipas di Garut, Apa Pasalnya?

​”Diketahui Oman tidak memakan nasi kotak yang diberikan saat acara penyerahan di Pendopo. Nasi tersebut justru disimpan dan dibawa pulang untuk dimakan bersama keluarga di rumah. Akibat berjalan jauh dalam keadaan lapar, kepalanya pusing hingga akhirnya pingsan dan terjatuh di Tanjakan Cilimus,” kata Penanggung Jawab Distribusi Becak Listrik sekaligus Sekretaris DPC Partai Gerindra Garut, Ade Rizal, saat mendatangi kediaman Oman, Rabu, 30 September 2026.

​Kedatangan Ade Rizal ke rumah korban dilakukan untuk memberikan bantuan sembako serta uang tunai guna penanganan medis Oman. Di sela kunjungan tersebut, terkuak rekam jejak Oman yang rupanya telah membanting tulang sebagai pengemudi becak sejak tahun 1970. Saban hari, veteran pengayuh becak ini berangkat bersama lima rekannya menuju kawasan Jalan Mandalagiri, Garut Kota, tempat ia mengais rezeki.

Baca Juga:   Polres Garut Berikan Bantuan Kursi Roda yang Diimpikan Seorang Purnawirawan

​Insiden ini menjadi catatan tebal sekaligus cermin evaluasi bagi panitia penyalur bantuan. Pengawasan terhadap kondisi fisik dan pemenuhan logistik dasar bagi penerima manfaat—khususnya kelompok lansia yang harus menempuh jarak jauh—dinilai mutlak diperhatikan sebelum mereka dilepas berkendara menuju kediaman masing-masing.

​Menanggapi kejadian tersebut, pihak penyelenggara memastikan tidak akan lepas tangan. Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), lembaga yang membawahi program pembagian becak listrik ini, dijadwalkan bakal menyambangi rumah Oman untuk menyalurkan bantuan lanjutan demi meringankan beban hidup sang pengemudi senior.

Baca Juga:   Menteri PUPR: Sampah Menumpuk di Bendung Copong Garut

​Pihak penanggung jawab pun berjanji menjadikan peristiwa ini sebagai bahan koreksi mendasar agar aspek keselamatan, kesehatan, serta asupan nutrisi peserta lansia menjadi prioritas utama pada agenda pendistribusian berikutnya. (Yuyus)

Gusrajab
previous arrow
next arrow

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *