Kuliner

Warung Nasi Bah Emod di Pasar Ciawitali Garut, Ayam Kampung dan Perkedel Segede Bantal

×

Warung Nasi Bah Emod di Pasar Ciawitali Garut, Ayam Kampung dan Perkedel Segede Bantal

Sebarkan artikel ini
Warung Nasi Bah Emod di Pasar Ciawitali Garut.

GOSIPGARUT.ID — Warung Nasi Bah Emod di kawasan Pasar Ciawitali, Garut, menjadi salah satu pilihan kuliner yang menawarkan masakan Sunda bergaya rumahan. Warung ini telah berjualan selama puluhan tahun dengan menu sederhana, nasi pulen yang masih hangat, serta pilihan lauk yang disajikan secara prasmanan.

Warung tersebut juga menarik perhatian pengunjung dari luar Garut. Salah satunya datang dari Bandung yang sengaja menyambangi Pasar Ciawitali untuk mencicipi makanan di warung yang disebut telah lama dikenal di kalangan penikmat kuliner lokal.

Konsep Warung Nasi Bah Emod terbilang sederhana. Pengunjung mengambil nasi dan memilih sendiri lauk yang tersedia. Pilihannya didominasi masakan rumahan khas Sunda yang akrab di lidah masyarakat.

Baca Juga:   Garut Hari Ini: Pagi Cerah, Sore Berawan dan Berpotensi Hujan Ringan

Salah satu menu yang menjadi perhatian adalah perkedel. Ukurannya tidak biasa. Perkedel di warung itu disebut berukuran hampir sebesar bantal.

Bagian luarnya terasa garing ketika digigit. Bagian dalamnya tetap lembut dengan tekstur yang sedikit kenyal. Perkedel ini menjadi salah satu lauk yang layak dicoba ketika berkunjung.

“Perkedelnya ini luarnya garing, dalamnya masih ada basah, chewy-chewy-nya,” ujar pengunjung yang merekam pengalamannya menyantap hidangan di warung tersebut.

Selain perkedel, ayam goreng kampung menjadi menu lain yang menonjol. Ayam tersebut dimarinasi dengan bumbu bercita rasa manis yang berpadu dengan gurih. Dagingnya dinilai cukup lembut sehingga tidak terasa alot ketika disantap.

Baca Juga:   Muncul Pusat Jajanan di Eks Terminal Cisewu, Ada Kue Goyang hingga Sate Madura

Potongan ayam kampung itu semakin kuat rasanya ketika dicampur dengan sambal dan minyak dari bumbu oseng. Warung Bah Emod menyediakan sedikitnya dua pilihan sambal, yakni sambal terasi dan sambal hijau.

Menu pendamping lain juga tersedia, termasuk aneka masakan oseng dan jengkol. Kombinasi lauk, sambal, serta nasi hangat membuat sajian sederhana di warung tersebut menjadi daya tarik tersendiri.

Nasi menjadi bagian penting dari pengalaman makan di tempat ini. Nasi yang disajikan disebut pulen dan masih dalam kondisi hangat. Karakter tersebut memperkuat kesan masakan rumahan yang menjadi ciri utama warung.

Baca Juga:   Garut Bidik Sentra Industri Tembakau, Target Dongkrak Pendapatan Daerah

Sistem prasmanan membuat pengunjung leluasa memilih lauk sesuai selera. Tidak ada konsep restoran mewah. Meja makan dan sajian yang tersedia justru menghadirkan suasana warung makan tradisional.

Dari sisi harga, makanan di Warung Nasi Bah Emod juga relatif terjangkau. Dalam kunjungan tersebut, dua orang pengunjung menghabiskan Rp72 ribu untuk makan bersama. (Trabela SN)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *