GOSIPGARUT.ID — Warga RW 01 Desa Cisewu, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, memilih cara berbeda merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Mereka menggelar turnamen mini soccer antar-RT yang melibatkan anak-anak hingga orang dewasa, kemudian melanjutkannya dengan tabligh akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Rangkaian kegiatan dipusatkan di Lapang Lemah Luhur, Desa Cisewu. Turnamen mini soccer dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 26 Agustus 2026, mulai pukul 13.00 WIB. Sehari setelahnya, Kamis malam, 27 Agustus 2026, warga akan menggelar tabligh akbar mulai pukul 19.30 WIB hingga selesai.
Ketua RW 01 Desa Cisewu, Eka Yuswanto, mengatakan kegiatan tersebut dirancang bukan sekadar hiburan. Warga ingin menjadikan momentum kemerdekaan dan Maulid Nabi sebagai ruang untuk memperkuat kebersamaan.
“Kita kobarkan semangat kemerdekaan dan cinta kepada Nabi Muhammad SAW demi mewujudkan warga RW 01 yang rukun, agamis, dan penuh berkah,” kata Eka.
Turnamen mini soccer menjadi pembuka rangkaian kegiatan. Pesertanya berasal dari lingkungan RT se-RW 01. Tidak hanya remaja, pertandingan juga melibatkan anak-anak serta warga dewasa, termasuk bapak-bapak dan ibu-ibu.
Konsep tersebut membuat lapangan menjadi ruang perjumpaan lintas generasi. Warga tidak hanya datang sebagai pemain. Mereka juga dapat menjadi pendukung dan bagian dari kemeriahan acara.
Sehari berselang, suasana kegiatan bergeser dari olahraga ke keagamaan. Tabligh akbar digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW atau 14 Rabiul Awal 1448 Hijriah.
Panitia menghadirkan Ustadzah Awit Fitriani dari Sukabumi, Jawa Barat. Ceramah akan berlangsung di Lapang Lemah Luhur mulai pukul 19.30 WIB hingga selesai.
Menurut Eka, dua kegiatan tersebut sengaja ditempatkan dalam satu rangkaian. Semangat kemerdekaan dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW diharapkan berjalan beriringan dalam kehidupan warga.
“Semangat kemerdekaan harus terus dikobarkan. Di saat yang sama, kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW juga harus terus tumbuh di tengah masyarakat,” ujar dia.
Kegiatan itu terselenggara berkat dukungan berbagai pihak. Warga RW 01, para donatur, Paguyuban PNS dan Pensiunan (P3) se-RW 01, serta perusahaan dan pengusaha ikut memberikan kontribusi.
Dukungan tersebut menunjukkan kegiatan tidak hanya bertumpu pada satu kelompok. Partisipasi berbagai unsur masyarakat menjadi modal utama penyelenggaraan acara.
Eka mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi warga untuk memperkuat kerukunan. Turnamen olahraga menjadi ruang interaksi sosial. Tabligh akbar menjadi ruang refleksi keagamaan.
Rangkaian acara ini sekaligus memperlihatkan cara warga memperingati kemerdekaan tanpa meninggalkan tradisi keagamaan. Perayaan dibuat lebih dekat dengan masyarakat dan melibatkan berbagai kelompok usia.
Bagi warga RW 01, ukuran keberhasilan kegiatan bukan semata-mata kemeriahan acara. Ada tujuan yang lebih panjang: menjaga kerukunan, memperkuat kehidupan keagamaan, dan membangun kebersamaan warga.
Dua momentum besar itu akhirnya dipertemukan di satu tempat: Lapang Lemah Luhur. Olahraga menjadi pintu masuknya. Tabligh akbar menjadi penutupnya. Pesan yang dibawa sama—merayakan kemerdekaan dengan kebersamaan dan memperingati Maulid Nabi dengan kecintaan kepada Rasulullah. ***



.png)
















