Berita

Kisruh Antara Ustaz Solmed dengan Warga Cisewu yang Berujung Ancaman Saling Lapor ke Polisi

×

Kisruh Antara Ustaz Solmed dengan Warga Cisewu yang Berujung Ancaman Saling Lapor ke Polisi

Sebarkan artikel ini
Ustaz Solmed dan Ustaz Suwarna. (Foto: Kolase/Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Batalnya ceramah Ustaz Solmed dalam sebuah acara tablig akbar di Kampung Cisamak, Desa/Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, berujung rencana saling lapor.

Warga Kecamatan Cisewu berencana melaporkan Ustaz Solmed karena diduga melanggar perjanjian. Begitu pun Ustaz Solmed yang menilai bahwa pihak panitia telah berbohong dan melakukan dugaan pencurian dan penggelapan.

Sebelumnya, Ustad Solmed mempunyai jadwal ceramah di Kampung Cisamak, Desa Cisewu, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Minggu (26/9/2021).

Panitia acara pengajian, Ustaz Suwarna, mengatakan sudah menemui kata sepakat dengan Ustaz Solmed untuk melakukan serangkaian acara pengajian. Namun, Ustad Solmed menurutnya membatalkan secara sepihak dan membuat kecewa warga Cisewu.

“Awal mulanya kami sudah komitmen dengan Ustaz Solmed road show dalam rangka menyambut Maulid. Ada tiga jadwal di Pangalengan dan di Cisewu,” ujarnya melalui video rilis yang disebarkan ke media.

Menurut Suwarna, uang pembayaran kepada Ustaz Solmed sudah 100 persen dan ia akan melanjutkan masalah ini ke ranah hukum.

Baca Juga:   Berseteru dengan Ustaz Solmed, Kades dan Warga Cisewu Diundang Hotman Paris Show

“Saya tetap akan melanjutkan jalur hukum, karena ini nama baik juga. Terus nama daerah Cisewu juga, bukan hanya satu desa tapi ini satu kecamatan. Insya Allah bismillah kami dan warga Cisewu akan melanjutkan ke ranah hukum untuk minta pertanggung jawabannya,” ujarnya.

Sementara, Ustaz Solmed mengaku tidak bisa hadir ke Garut karena terjebak longsor di tengah perjalanan. Ia tak terima disalahkan atas batalnya tampil berceramah di kawasan Cisewu, Kabupaten Garut.

Bahkan menurutnya, pihak panitia diduga sejak awal berniat bohong soal lokasi acara kepadanya.

“Saya jelasin dari awal, nih. Pertama panitia sudah diduga membohongi saya katanya Cisewu Pangalengan, tapi ternyata Garut. Sebab saya ada acara juga di Pangalengan di pagi dan siang di sana, ya, udah sekalian tapi ternyata Garut,” ujar Ustaz Solmed, Selasa (28/9/2021).

“Lalu yang kedua, spanduk acara lain tuh ada keterangan kabupatennya. Yang acara ini enggak ada keterangan kabupaten, jadi diduga kayak sepakat mau membohongi saya, karena kalau memang di Garut sejak awal saya enggak akan terima ceramah di sana karena besok paginya saya harus syuting di Jakarta di jam 8 pagi. Kan diduga ada niat pembohongan lewat spanduk itu,” ucapnya.

Baca Juga:   13 Ribu Masker Kain Bantuan Pemkab Garut Sudah Diterima Warga Cisewu

Ustaz Solmed mengatakan ia sudah berniat baik untuk hadir di acara tersebut meski tak sesuai perjanjian. Namun saat perjalanan menuju lokasi, ia tak bisa melanjutkan karena terhalang longsor. Rombongan Ustaz Solmed diminta untuk putar balik oleh petugas keamanan.

“Saya ada rasa kasihan jadi tetap saya penuhi meskipun jauh. Begitu saya jalan kisaran 25 km dari lokasi, saya kejebak longsor. Saya disuruh putar balik lewat jalur alternatif yang cuman satu jalur. Akhirnya stuck di sana, lalu salah siapa?” ucap Ustaz Solmed.

Ia membantah tudingan melanggar perjanjian karena ketidakhadirannya karena adanya musibah longsor. Ustaz Solmed juga tak takut jika nantinya pihak panitia akan maju ke ranah hukum.

“Saya tuntut balik gimana? Kalau dia tempuh jalur hukum, saya tuntut balik dan nggak ada damai,” kata Ustaz Solmed, Selasa (28/9/2021).

Baca Juga:   Dari Arena ke Pasar, Pesta Patok Domba Garut Dongkrak Transaksi hingga Rp 1,6 Miliar

Ustaz Solmed juga menyebutkan ada 25 slop rokok sehat miliknya belum dibayar panitia pengajian. Jika warga yang diwakili Ustaz Suwarna melaporkannya, hal yang sama juga akan dilakukan Ustaz Solmed.

Diberitakan sejumlah media, Ustaz Solmed siap melaporkan balik adanya dugaan tindak pencurian. “Rokok saya aja belum dibayar, itu kan mereka yang beli. Mau dilaporkan pencurian?” kata dia.

Menurut Ustaz Solmed, pesanan rokok yang sampai 25 slop itu belum dibayar panitia. “Apa mau saya tuntut pencurian dan penggelapan?” tandasnya.

Sebagai informasi, Ustaz Solmed sedang menjalankan bisnis rokok sehat. Rokok sehat itu dibeli panitia yang mengundangnya ceramah di Cisewu.

“Kalau saya diberi bayaran, itu hak saya. Tapi kalau beli rokok dan belum bayar gimana?” ujar Ustaz Solmed.

“Saya selama ini diam tuh karena sabar. Kalau dia pikir sabar itu patut ditindas, salah mereka,” lanjutnya. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *