Olahraga

Sinyal Positif dari Gelanggang Muda: Atlet Garut Dobrak Dominasi Nasional

×

Sinyal Positif dari Gelanggang Muda: Atlet Garut Dobrak Dominasi Nasional

Sebarkan artikel ini
Edward Hamzi Mulabia dan AM Abram Athayya Ridwan.

​Dua atlet belia Garut menyabet medali di kejuaraan taekwondo regional dan olimpiade silat tingkat nasional. Isyarat kuat kebangkitan regenerasi atlet di daerah.


GOSIPGARUT.ID — Dominasi atlet kota-kota besar di arena olahraga nasional mendapat perlawanan sengit dari daerah. Dua atlet muda asal Kabupaten Garut sukses menggebrak panggung olahraga regional dan nasional sepanjang 2026, memulangkan medali dari dua cabang beladiri berbeda: pencak silat dan taekwondo.

​Kejutan terbesar datang dari gelanggang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2026 tingkat SD/MI. Edward Hamzi Mulabia, pesilat cilik asal SDIT Persis Tarogong 1 Garut, keluar sebagai yang terbaik usai menyabet medali emas di kategori pencak silat nasional. Edward tampil dominan menundukkan wakil-wakil unggulan dari berbagai provinsi hingga partai puncak.

​Tak berhenti di silat, taji atlet muda Garut juga menancap di cabang taekwondo. Bertanding pada Kejuaraan West Java Open 2026, AM Abram Athayya Ridwan berhasil mengamankan medali perunggu. Abram menembus persaingan ketat taekwondoin potensial se-Jawa Barat, mempertegas kedalaman talenta belia di Garut.

Baca Juga:   Mulai Dijual, Tiket Pertandingan Liga 3 di Stadion Kanjeng Dalem Bintang Garut Dibanderol Rp25 Ribu-Rp50 Ribu

​Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Garut menyambut torehan ini sebagai indikator positif perbaikan sistem pembinaan atlet usia dini. Pengurus menilai capaian Edward dan Abram bukan kebetulan, melainkan buah dari pola pembinaan yang mulai menunjukkan keteraturan.

​“Teruslah berlatih, tetap disiplin, dan raih prestasi setinggi-tingginya untuk mengharumkan nama sekolah, daerah, dan bangsa,” tulis jajaran pengurus KONI Garut dalam keterangan resminya.

Baca Juga:   Persib Bandung Gugat Luis Milla di Pengadilan Arbitrase Olahraga untuk Bayar Sisa Kontrak

​Kendati demikian, keberhasilan di O2SN dan West Java Open menjadi ujian konsistensi bagi ekosistem olahraga lokal. Keberlanjutan karier atlet muda kerap terganjal minimnya kompetisi berjenjang serta lemahnya sinergi antara sekolah, klub, dan induk organisasi olahraga.

​KONI Garut menegaskan komitmennya untuk mengawal rantai pembinaan ini. Dukungan lintas sektor—dari dorongan keluarga hingga jam tanding yang terukur di tingkat klub—bakal menjadi penentu apakah lompatan prestasi Edward dan Abram mampu berlanjut hingga level profesional. (Yuyus)

Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *