GOSIPGARUT.ID — Sebuah video yang memperlihatkan wisatawan mempersoalkan tiket masuk Pantai Sayangheulang, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, beredar di media sosial. Video itu merekam keluhan wisatawan yang datang pada Ahad, 16 Agustus 2026. Ia mengaku membayar untuk empat tiket, tetapi hanya menerima dua lembar.
Dalam video yang diunggah seorang TikToker itu, wisatawan memperlihatkan tiket yang diterimanya sambil mempertanyakan pelayanan di kawasan wisata tersebut.
“Bayar 4, kasih 2. Pantai Sayangheulang nih, ada lagi nih,” kata wisatawan itu dalam video.
Ia kemudian menyebut dugaan kecurangan dan mengaitkannya dengan pengelolaan pariwisata Garut. “Kecurangan. Wisata Garut, wisata Garut, wisata Garut tetap,” ujarnya.
Video itu menjadi sorotan karena persoalan tiket menyangkut langsung kepercayaan wisatawan. Tiket bukan sekadar bukti masuk ke kawasan wisata. Dokumen itu juga menjadi bagian dari pencatatan transaksi dan penerimaan pengelola.
Namun, video tersebut belum memberikan informasi lengkap mengenai transaksi yang terjadi. Tidak diketahui secara pasti berapa orang yang masuk, berapa nilai pembayaran, berapa tarif resmi yang berlaku, serta apakah terdapat ketentuan tertentu mengenai pemberian tiket.
Hingga artikel ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pengelola Pantai Sayangheulang mengenai keluhan dalam video tersebut. Fakta mengenai dugaan ketidaksesuaian tiket masih menunggu penjelasan dari pihak terkait. (Trabela Sikda Naura)



.png)





























