Berita

Garut Jadi Percontohan Kelas Ayah Idaman di Jabar, Ini Pertimbangan BKKBN

×

Garut Jadi Percontohan Kelas Ayah Idaman di Jabar, Ini Pertimbangan BKKBN

Sebarkan artikel ini
Kabupaten Garut jadi percontohan kelas ayah idaman di Jabar.

GOSIPGARUT.ID — Kabupaten Garut dipercaya menjadi lokasi peluncuran (kick off) Program Kelas Ayah Idaman tingkat Provinsi Jawa Barat. Penunjukan tersebut bukan tanpa alasan. Garut dinilai berhasil menghadirkan berbagai inovasi yang mendorong keterlibatan ayah dalam mendampingi ibu sejak masa kehamilan hingga pengasuhan anak, sehingga pengalamannya akan dijadikan model bagi kabupaten dan kota lain di Jawa Barat.

Peluncuran program yang digagas Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Barat bersama Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Garut itu berlangsung di Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) Husnul Khotimah, Jalan Pembangunan, Garut, yang juga menjadi Sekretariat IBI Kabupaten Garut.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat, Dr. Dadi Ahmad Roswandi, mengatakan Kelas Ayah Idaman merupakan bagian dari gerakan nasional untuk memperkuat peran ayah dalam membangun keluarga yang berkualitas. Menurutnya, keterlibatan ayah harus dimulai sejak perencanaan kehamilan, mendampingi pemeriksaan kehamilan, proses persalinan, hingga mendukung tumbuh kembang anak setelah lahir.

Baca Juga:   Proyek BRI Ragunan oleh PTPP terpilih sebagai Proyek Strategis yang Menerapkan Lean Construction

“Garut kami jadikan pusat pembelajaran sekaligus contoh praktik baik dalam Gerakan Ayah Teladan. Peran ayah harus dimulai sejak perencanaan kehamilan, mendampingi pemeriksaan kehamilan, proses persalinan, hingga mendukung kesehatan ibu dan anak setelah kelahiran,” kata Dadi.

Ia menegaskan, kehadiran ayah tidak cukup hanya secara fisik. Dukungan emosional, perhatian, dan keterlibatan dalam setiap pengambilan keputusan keluarga dinilai menjadi faktor penting bagi kesehatan ibu maupun anak.

Ketua Pengurus Daerah IBI Jawa Barat, Bidan Mira Karmila, mengungkapkan Garut dipilih sebagai lokasi peluncuran karena telah lebih dahulu mengembangkan berbagai inovasi pelayanan kesehatan yang melibatkan ayah dalam pendampingan ibu hamil.

“Berbagai program yang mendukung keterlibatan ayah sudah lebih dulu berjalan di Garut. Karena itu, daerah ini kami tetapkan sebagai pilot project Kelas Ayah Idaman di Jawa Barat,” ujarnya.

Baca Juga:   Bupati Garut Lantik 42 Pejabat Struktural, Inilah Deretan Nama-namanya

Menurut Mira, program tersebut diharapkan memperkuat kolaborasi antara tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan keluarga dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Garut, Yayan Waryana, menyambut baik kepercayaan yang diberikan kepada Garut sebagai tuan rumah peluncuran tingkat provinsi.

Ia mengatakan, Kelas Ayah Idaman menjadi ruang edukasi bagi para ayah agar memahami perannya tidak hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai pendamping, pelindung, sahabat, sekaligus pengasuh dalam keluarga.

“Melalui program ini, para ayah didorong untuk lebih aktif terlibat dalam kehidupan keluarga sehingga dapat mendukung terciptanya keluarga yang harmonis dan berkualitas,” katanya.

Sementara itu, Ketua IBI Kabupaten Garut sekaligus pemilik TPMB Husnul Khotimah, Husnul Khotimah, menilai keterlibatan ayah sangat menentukan keberhasilan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Berdasarkan pengalamannya sebagai bidan, dukungan ayah sering kali menjadi penentu dalam proses pengambilan keputusan selama kehamilan hingga persalinan.

Baca Juga:   Dua Pengedar Pil Koplo di Garut Ditangkap, Polisi Sita Ratusan Butir dan Uang Tunai

Dalam Kelas Ayah Idaman, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pendampingan kehamilan, pengenalan tanda bahaya kehamilan, pentingnya menjaga kesehatan ibu, hingga penanganan kehamilan berisiko tinggi yang membutuhkan perhatian tenaga kesehatan.

Program ini juga menjadi salah satu langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menjawab tingginya angka fatherless di Jawa Barat yang mencapai 29,5 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Melalui Kelas Ayah Idaman, pemerintah berharap semakin banyak ayah yang hadir dan berperan aktif dalam setiap fase kehidupan keluarga sehingga mampu mewujudkan keluarga yang sehat, harmonis, dan melahirkan generasi unggul. (Yuyus)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *