Jawa Barat

720 ASN Pemprov Jabar Dilantik di Desa Terpencil, Dedi Mulyadi Tekankan Birokrat Harus Dekat dengan Rakyat

×

720 ASN Pemprov Jabar Dilantik di Desa Terpencil, Dedi Mulyadi Tekankan Birokrat Harus Dekat dengan Rakyat

Sebarkan artikel ini
Sebanyak 720 Aparatur Sipil Negara (ASN) formasi penerimaan tahun 2024 resmi diangkat dan diambil sumpah, yang digelar di tengah lapangan sepak bola Desa Sukawangi, sebuah wilayah pedesaan di Kabupaten Bogor, pada Senin (15/6/2026).

GOSIPGARUT.ID — Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi mengangkat dan mengambil sumpah jabatan 720 Aparatur Sipil Negara (ASN) formasi penerimaan tahun 2024 dalam sebuah prosesi yang berlangsung tidak biasa. Pelantikan digelar di lapangan sepak bola Desa Sukawangi, Kabupaten Bogor, Senin (15/6/2026), sebagai simbol kedekatan birokrasi dengan masyarakat di wilayah pedesaan.

Pengangkatan tersebut dilakukan berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor KEP.259-KPG.02-PPIK-2026 tentang Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil Menjadi Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 yang ditetapkan di Bandung pada 13 April 2026.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, pemilihan lokasi pelantikan di kawasan pedesaan bukan tanpa alasan. Menurut dia, para ASN perlu memahami bahwa wilayah Jawa Barat tidak hanya berpusat di kawasan perkotaan atau Gedung Sate sebagai pusat pemerintahan.

“Kenapa saya ngajak di sini? Pertama pemahaman tentang Jabar jangan hanya seputar Gedung Sate karena Jabar itu luas. Yang kedua agar mengerti tentang potensi dan tata letak wilayah Jabar,” ujar Dedi dalam sambutannya.

Baca Juga:   Kadin Jabar Sebut MBG Bukan Sekadar Bansos, Klaim Serap 1,5 Juta Tenaga Kerja dan Dongkrak Ekonomi 1 Persen

Ia menjelaskan, kawasan Sukawangi memiliki nilai historis karena berada tidak jauh dari wilayah Pakuan Pajajaran yang pernah menjadi pusat Kerajaan Sunda. Selain itu, daerah tersebut dinilai memiliki potensi alam yang besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata karena dikelilingi bentang pegunungan.

Dedi menuturkan, pemerintah daerah berencana memperkuat konektivitas antarwilayah melalui pembangunan infrastruktur jalan yang menghubungkan Bogor dengan Bekasi, Karawang, Purwakarta, Bandung Barat, hingga Cianjur. Upaya tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata.

Di sisi lain, ia mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kelestarian lingkungan dan tidak menjual lahan kepada pihak luar yang berpotensi mengubah kawasan hijau menjadi permukiman mewah.

Dalam kesempatan tersebut, Dedi juga menegaskan bahwa ASN harus mengubah pola kerja birokrasi yang selama ini cenderung administratif menjadi lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Ia meminta para pegawai negeri aktif turun ke lapangan untuk memastikan pelayanan publik berjalan dengan baik, termasuk memastikan tidak ada lagi sekolah maupun puskesmas yang mengalami kerusakan, terutama di daerah pedesaan.

Baca Juga:   Pemprov Jabar Gelar Nikah Massal Gratis untuk 37 Pasangan di West Java Festival 2024

“ASN tidak boleh hanya mengurusi hal administratif, namun harus diperbanyak turun ke lapangan melihat masyarakat secara langsung. Pajak yang dipungut dari rakyat harus kembali ke rakyat dalam bentuk pembangunan jalan dan sarana pendidikan serta kesehatan. Maka kita memasuki birokrat era baru yaitu birokrat bekerja cepat,” tegasnya.

Pesan tersebut langsung diwujudkan melalui aksi sosial yang dilakukan para ASN usai pelantikan. Sebanyak 720 ASN dibagi ke dalam 39 kelompok yang masing-masing beranggotakan sekitar 20 orang untuk menjadi wali asuh warga kurang mampu di Desa Sukawangi.

Melalui penggalangan dana sukarela, mereka menyalurkan bantuan untuk renovasi rumah tidak layak huni (rutilahu) milik warga setempat. Program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian sosial dan keterlibatan langsung ASN terhadap kondisi masyarakat.

Raisan, ASN dari Inspektorat Jawa Barat, dan Ivan, ASN dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat UPTD Kota Cirebon, mengaku terkesan dengan konsep pelantikan yang digelar di tengah masyarakat. Menurut mereka, pengalaman tersebut memberikan pemahaman baru mengenai tugas ASN sebagai pelayan publik.

Baca Juga:   Sesar Garut Selatan Paling Aktif di Jabar, Guncangannya Bisa Memicu Kerusakan Dahsyat

Salah satu penerima manfaat bantuan adalah pasangan Obar dan Ela, warga Desa Sukawangi. Rumah panggung yang mereka tempati mendapatkan bantuan renovasi senilai Rp20 juta hasil patungan para ASN yang baru dilantik.

Dana tersebut akan digunakan untuk memperbaiki kondisi rumah sekaligus membangun fasilitas kamar mandi yang selama ini belum tersedia secara memadai.

Kebahagiaan keluarga tersebut bertambah ketika Dedi Mulyadi secara pribadi memberikan bantuan tambahan sebesar Rp15 juta untuk modal membeli sapi sebagai penunjang ekonomi keluarga.

“Alhamdulillah berkah untuk ASN yang dilantik hari ini, juga terima kasih rezeki tak terduga dari Pak Gubernur KDM. Uangnya untuk membangun kamar mandi dan beli sapi,” ujar Ela. (Yan AS)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *