GOSIPGARUT.ID — Ratusan atlet pelajar dari berbagai kecamatan di Kabupaten Garut mengikuti seleksi terbuka Pekan Olahraga Pelajar Wilayah Daerah (Popwilda) Jawa Barat 2026 yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut bersama Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (Bapopsi) Garut di SOR RAA Adiwijaya, Tarogong Kidul, Senin (25/5/2026).
Seleksi tersebut menjadi langkah awal Pemerintah Kabupaten Garut dalam menyiapkan kontingen terbaik untuk menghadapi Popwilda Jawa Barat yang dijadwalkan berlangsung di Bandung pada Juni mendatang.
Sejak pagi, area seleksi dipenuhi para pelajar yang datang dengan seragam olahraga sekolah masing-masing. Mereka tampak antusias mengikuti tahapan seleksi demi memperebutkan kesempatan membela nama Kabupaten Garut di ajang tingkat provinsi.
Kepala Dispora Kabupaten Garut, Asep Mulyana, mengatakan tingginya partisipasi peserta menjadi sinyal positif bagi perkembangan olahraga pelajar di Garut.
“Tahun ini antusiasme anak-anak luar biasa. Ini menunjukkan semangat olahraga di kalangan pelajar masih sangat baik dan menjadi modal penting untuk pembinaan atlet ke depan,” ujar Asep.
Ia menjelaskan, seleksi dilakukan untuk empat cabang olahraga, yakni sepak bola, bola voli, bola basket, dan pencak silat. Khusus pencak silat, proses penjaringan atlet telah dilaksanakan lebih awal sebelum dilanjutkan dengan cabang olahraga lainnya.
Menurut Asep, tujuan utama seleksi bukan sekadar menentukan siapa yang berangkat ke Popwilda, tetapi juga mencari bibit atlet potensial yang dapat dibina secara berkelanjutan.
“Seleksi ini untuk menjaring atlet-atlet potensial. Kami ingin Kabupaten Garut bisa berbicara lebih jauh dan menunjukkan prestasi di Popwilda Bandung nanti,” katanya.
Dispora Garut menetapkan syarat ketat bagi peserta. Seluruh atlet wajib berstatus pelajar aktif dengan batas usia maksimal kelahiran 1 Januari 2009 atau setelahnya, sesuai regulasi yang berlaku dalam Popwilda Jawa Barat 2026.
Dalam proses penilaian, tim seleksi melibatkan unsur Bapopsi, Komite Olahraga Nasional Indonesia, serta para pelatih dari masing-masing cabang olahraga. Penilaian dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kemampuan teknik, kondisi fisik, kedisiplinan, hingga kemampuan bekerja sama dalam tim.
Asep menilai pembinaan atlet usia pelajar memiliki peran penting dalam membangun masa depan olahraga daerah. Menurut dia, banyak atlet berprestasi lahir dari proses pembinaan yang dimulai sejak bangku sekolah.
“Olahraga bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga membentuk karakter, disiplin, dan mental anak-anak. Karena itu kami ingin proses seleksi ini benar-benar melahirkan atlet yang siap bertanding sekaligus memiliki karakter kuat,” ucapnya.
Di sela kegiatan, sejumlah orang tua dan guru tampak turut mendampingi peserta. Dukungan tersebut menghadirkan suasana hangat di tengah ketatnya persaingan antarpelajar yang berusaha menunjukkan kemampuan terbaik mereka. ***



.png)

















