Berita

Banyak Sekolah Rusak Gara-gara Hal Sepele, Dewan Pendidikan Garut Usul Gerakan “Gemas”

×

Banyak Sekolah Rusak Gara-gara Hal Sepele, Dewan Pendidikan Garut Usul Gerakan “Gemas”

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI -- Gerakan merawat sekolah.

GOSIPGARUT.ID — Dewan Pendidikan Kabupaten Garut menyoroti banyaknya kerusakan bangunan sekolah yang justru dipicu persoalan sederhana, seperti genting bergeser hingga atap bocor yang dibiarkan tanpa penanganan.

Sekretaris Dewan Pendidikan Garut, Dedi Kurniawan, mengatakan kondisi tersebut ditemukan saat pihaknya melakukan peninjauan langsung ke sejumlah sekolah.

“Banyak kerusakan itu berawal dari hal sepele, seperti genting melorot. Air masuk ke ruang kelas, mengenai kayu, lama-lama jadi kropos, dan akhirnya plafon ambruk,” ujar Dedi, Selasa (14/4/2026).

Menurut dia, kerusakan semacam itu seharusnya bisa dicegah sejak dini karena biaya perbaikannya relatif kecil. Bahkan, untuk memperbaiki genting, hanya diperlukan anggaran sekitar Rp100.000 hingga Rp200.000.

Baca Juga:   Kades dan Pengurus Koperasi Merah Putih di Cisewu -- Talegong Sampaikan Aspirasi kepada Legislator Dede Kusdinar

Namun, kata dia, kurangnya kepedulian terhadap perawatan rutin membuat kerusakan kecil berkembang menjadi kerusakan besar yang membutuhkan biaya jauh lebih tinggi.

Di sisi lain, Dedi juga menyinggung keterbatasan anggaran pendidikan yang dinilai belum optimal dirasakan di daerah, meski secara nasional dialokasikan sebesar 20 persen dari APBN.

“Secara angka besar, tapi realisasinya di lapangan masih jauh dari harapan,” katanya.

Dedi menegaskan, kondisi tersebut tidak bisa sepenuhnya dijadikan alasan untuk mengabaikan perawatan sarana sekolah. Menurutnya, kepala sekolah bersama komite dan masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga fasilitas pendidikan.

“Jangan menunggu bantuan rehab atau pembangunan. Hal-hal kecil seperti atap bocor, kaca pecah, atau pintu rusak bisa segera ditangani, bahkan dari dana BOS,” ujarnya.

Baca Juga:   Warga Garut Tak Sabar Ingin Hasil Pemilu Segera Diumumkan

Dedi mengingatkan, jika kerusakan kecil terus dibiarkan, maka upaya pembenahan infrastruktur pendidikan di Garut akan sulit tercapai.

Sebagai langkah solusi, Dewan Pendidikan mengusulkan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Garut untuk menggulirkan Gerakan Masyarakat Merawat Sekolah (Gemas).

Melalui gerakan ini, seluruh elemen, mulai dari kepala sekolah, guru, komite, hingga masyarakat sekitar, didorong untuk aktif menjaga kondisi sekolah.

Tak hanya itu, Dedi juga mengusulkan adanya lomba perawatan sekolah yang digelar setiap tahun guna meningkatkan motivasi.

Baca Juga:   Pansel Dinilai Langgar Permendagri, Seleksi Direksi PDAM Garut Harus Dihentikan

“Kalau perlu ada apresiasi atau penghargaan bagi kepala sekolah yang berhasil merawat lingkungan sekolah dengan baik. Itu bisa jadi indikator kinerja, termasuk dalam rotasi dan mutasi,” ucapnya.

Meski demikian, Dedi mengakui tidak semua sekolah memiliki kondisi yang sama. Di beberapa wilayah, ditemukan kepala sekolah yang dinilai peduli sehingga lingkungan sekolah tampak bersih, hijau, dan terawat.

“Artinya ini bukan semata soal anggaran, tapi juga soal kepedulian. Kalau kerusakan kecil tidak dibiarkan, kerusakan besar bisa dicegah,” pungkasnya. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *