oleh

Ketua PGRI Banyuresmi Sumbang HP Android kepada Seorang Siswa Penjual Es Cendol

GOSIPGARUT.ID — Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Ma’mun Gunawan, menyumbang handphone android kepada salah seorang siswa SMA yang selama ini juga berjualan es cendol untuk menutupi kebutuhan hidupnya.

Penyerahan donasi tersebut dilakukan belum lama ini. Ma’mun mendatangi langsung rumah siswa di salah satu SMA favorit di Garut itu, yakni di Kampung Tarikolot, Desa Sukamukti, Kecamatan Banyuresmi, bersama anggota Dewan Pendidikan Garut, Dian Hasanudin.

Menurut Ma’mun, di tengah pandemi Covid-19 saat ini, semua pihak menghadapi kesulitan, termasuk dunia pendidikan. Pembelajaran tatap muka SMA/SMK yang semula direncanakan akan digelar mulai 18 Agustus besok diurungkan karena lonjakan jumlah warga Garut yang terpapar virus corona.

“Memang serba salah, maju kena mundur pun kena. Jika nekat melaksanakan pembelajaran tatap muka dihadapkan pada ancaman perluasan klaster baru penularan corona. Sementara jika pembelajaran jarak jauh terus berlangsung, siswa dan guru sudah sama-sama jenuh. Gaya pembelajajaran seperti ini pun memiliki efek sosial yang besar, termasuk resiko keuangan,” papar dia, Senin (17/8/2020).

Baca Juga:   Mengenal PLTP Kamojang, Pembangkit EBT Pertama di Indonesia

Sementara Dian Hasanudin menegaskan, semua pihak diperlukan saling memahami dalam menyikapi kondisi seperti sekarang ini. “Sudah bukan waktunya lagi kita saling menyalahkan. Mari kita luangkan waktu dan tingkatkan kepekaan serta empati terhadap situasi yang sedang terjadi. Bantulah orang-orang yang membutuhkan,” katanya.

Dian mengaku memang dirinya yang berinisiatif untuk mengumpulkan HP android bekas yang sudah tidak dipakai dari rekan-rekan dekat. HP android itu kemudian disortir dan diservis olehnya sehingga layak kembali untuk digunakan.

Baca Juga:   Guru Honorer Dapatkan Hadiah Sepeda Motor dari Jalan Sehat HUT PGRI ke-74

Saat itu ada dua HP android yang dikumpulkan dari rekan-rekan dekatnya dan berhasil diperbaiki. Kedua HP itu pun telah disumbangkan, salah satunya kepada salah seorang siswa kelas 3 SMA yang bersekolah sambil berjualan es cendol.

Baik Ma’mun maupun Dian mengaku bangga dengan semangat hidup anak itu. Di masa pandemi yang menimbulkan kekhawatiran banyak pihak, dia tetap berjualan es cendol keliling karena harus membantu ekonomi orang tuanya yang mulai sakit-sakitan.

“Dia pun tetap belajar dengan mengikuti pembelajaran daring bergantian menggunakan HP android milik kakaknya yang duduk di semester V di salah satu PTN di Jawa Tengah sambil berjualan roti,” ungkap Ma’mun.

Baca Juga:   Ma'mun Akan Sekolahkan Anak Sulung Ayah Pencuri HP yang Putus Sekolah

Ia menerangkan, keluarga siswa itu adalah keluarga pejuang. Dengan keterbatasan ekonomi orangtuanya, tidak menghalangi semangat dia untuk tetap sekolah — bahkan di sekolah favorit yang mayoritas siswanya datang dari keluarga ekonomi mapan.

“Dengan keterbatasan ekonominya ia tidak sampai minder bergaul dengan teman-temannya yang kaya, malah ia cukup berprestasi. Mudah-mudahan saja secuil kepedulian dari kami ini bisa bermanfaat dan memberikan dorongan moral kepada dia dan kakaknya untuk lebih maju dan berprestasi lagi,” kata Ma’mun. ***

.

Komentar

Berita Terkait