GOSIPGARUT.ID — Persib Bandung harus menerima sanksi berat dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) usai pertandingan melawan Selangor FC pada ajang AFC Champions League (ACL) Two 2025–2026. Klub berjulukan Maung Bandung itu dijatuhi total denda Rp437 juta serta pengurangan kuota penonton pada laga kandang berikutnya.
Sanksi ini berkaitan dengan laga Persib kontra Selangor FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), 23 Oktober 2025. Meski Persib menang 2–0, AFC menemukan tiga jenis pelanggaran yang dinilai membahayakan keamanan serta melanggar aturan penyelenggaraan pertandingan.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis Jumat (28/11/2025), AFC menjabarkan sejumlah insiden yang terjadi di tribune GBLA.
“Penonton yang merupakan bagian dari Tergugat menyalakan setidaknya enam alat pembakar (kembang api), melemparkan tiga puluh tiga benda seperti kursi, sepatu, dan serpihan, menampilkan satu spanduk berisi pesan politik, serta memanjat atau bergelantung pada pembatas antar-area stadion,” tulis AFC.
AFC menilai Persib, sebagai tuan rumah, gagal memenuhi kewajiban menjaga keamanan dan ketertiban, sebagaimana diatur dalam Pasal 65 Kode Disiplin dan Etik AFC, serta Pasal 64 dan Pasal 39 Regulasi Stadion.
“Tergugat gagal memastikan aturan keselamatan diterapkan sebelum dan selama pertandingan, serta tidak menjaga ketertiban umum di stadion,” lanjut pernyataan tersebut.
Selain itu, AFC juga mencatat bahwa sebagian kursi di stadion tidak bernomor, yang dinilai melanggar aturan standar fasilitas pertandingan.
Denda dan Sanksi Penutupan Tribun
Atas pelanggaran-pelanggaran tersebut, Persib diwajibkan membayar denda USD 25.000 atau sekitar Rp416 juta. AFC juga menjatuhkan sanksi penutupan sebagian stadion (25 persen kapasitas) pada satu pertandingan kandang Persib berikutnya dalam kompetisi klub putra AFC yang berlangsung di Indonesia.
Tak berhenti di situ, Maung Bandung juga dikenai denda tambahan USD 1.250 (Rp20 juta) terkait pelanggaran Pasal 39 mengenai penomoran kursi.
Total keseluruhan denda yang harus dibayarkan Persib Bandung pun mencapai Rp437 juta.
Sanksi ini menjadi alarm bagi manajemen Persib maupun penyelenggara pertandingan di GBLA agar memperketat sistem keamanan dan pengawasan penonton. Apalagi, Persib tengah berjuang menjaga performa di kompetisi kontinental, di mana dukungan suporter menjadi faktor penting, namun harus disertai kepatuhan terhadap aturan.
Hingga berita ini diturunkan, manajemen Persib Bandung belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah yang akan ditempuh atas sanksi AFC tersebut. Namun, pengurangan kuota penonton dan denda besar ini dipastikan menjadi perhatian serius bagi skuad Pangeran Biru dalam menjalani laga internasional mendatang. (IK)


.png)











