Jawa Barat

Tani Merdeka Jabar Kritik Gubernur KDM soal Penghentian MBG: “Memangnya Dia Raja?”

×

Tani Merdeka Jabar Kritik Gubernur KDM soal Penghentian MBG: “Memangnya Dia Raja?”

Sebarkan artikel ini
Ketua LSM Lagam, Yudi Setia Kurniawan.

GOSIPGARUT.ID — Polemik rencana penghentian sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Barat oleh Gubernur Dedi Mulyadi terus menuai sorotan. Kali ini, kritik datang dari Tani Merdeka Indonesia Jawa Barat yang menilai langkah Dedi justru bertentangan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam program Asta Cita.

Ketua Tani Merdeka Indonesia Jawa Barat, Yudi Setia Kurniawan, menyebut pernyataan KDM — sapaan akrab Dedi Mulyadi — tidak pantas disampaikan di tengah semangat pemerintah pusat menghadirkan gizi layak bagi generasi muda Indonesia.

“Presiden Prabowo sedang gencar memperjuangkan masa depan anak-anak dengan program MBG agar IQ mereka meningkat. Justru gubernur malah bicara soal penghentian. Ini jelas melawan arah kebijakan nasional,” kata Yudi, Senin (29/9/2025).

Baca Juga:   Jabar Mantapkan Diri Jadi Pusat Investasi Energi Hijau, Gandeng Perusahaan Teknologi Global

Yudi menilai sikap gubernur melukai para petani. Menurutnya, dapur penyedia makanan MBG bisa menjadi offtaker yang menyerap hasil pertanian lokal. Jika program dihentikan, petani yang sudah berharap banyak akan ikut terdampak.

“Kami menyadari pelaksanaan MBG memang belum sempurna, perlu perbaikan dan evaluasi. Tapi kalau dihentikan, kami tidak sepakat. Memangnya dia siapa? Raja? Kan ada presiden,” tegas Yudi.

Baca Juga:   Sebagian Besar Warga Jabar Tidak Tahu dan Tak Merasakan Program Pemprov

Kasus Keracunan Bukan Alasan

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan akan menghentikan sementara program MBG di wilayahnya menyusul kasus keracunan makanan. Pernyataan tersebut dinilai Tani Merdeka terlalu reaktif dan berpotensi melemahkan kepercayaan publik terhadap program nasional.

“Kasus keracunan jangan dijadikan alasan untuk menghentikan program strategis. Yang dibutuhkan itu evaluasi, bukan stop total. Sudahlah KDM, jangan cari panggung di tengah perlunya penyempurnaan MBG. Ingat, hidup ini tidak seindah konten,” ujar Yudi menyindir.

Baca Juga:   Sepanjang Februari 2021, Terjadi 44 Kali Gempa Bumi di Jabar

Tani Merdeka menegaskan dukungannya penuh pada kebijakan Presiden Prabowo. Yudi berharap pemerintah pusat segera melakukan evaluasi teknis agar pelaksanaan MBG di daerah berjalan lebih aman, sehat, dan tepat sasaran tanpa harus menabrak semangat besar program tersebut. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *