Peristiwa

Tanah Longsor Kembali Terjadi di Banjarwangi, Rumah Warga Rusak dan Satu Orang Terluka

×

Tanah Longsor Kembali Terjadi di Banjarwangi, Rumah Warga Rusak dan Satu Orang Terluka

Sebarkan artikel ini
Longso di Kampung Cipadung, Desa Bojong, Kecamatan Banjarwangi, Minggu malam (3/8/2025), timbun rumah dan tewaskan anak 10 tahun.

GOSIPGARUT.ID — Bencana tanah longsor kembali melanda wilayah Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut. Kali ini, longsor terjadi di Kampung Cipadung, Desa Bojong, pada Minggu (4/8/2025) pukul 03.30 WIB dan menimpa rumah milik warga setempat.

Tanah longsor menimpa rumah milik Engkur (37) akibat hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur hampir seluruh wilayah Banjarwangi sejak Sabtu sore hingga dini hari. Material longsoran menyebabkan kerusakan parah pada bangunan rumah.

Korban dalam peristiwa ini adalah Rini (30), istri pemilik rumah, yang mengalami luka ringan setelah tertimpa puing bangunan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Saat ini, korban telah dievakuasi ke rumah saudaranya untuk mendapat perawatan dan tempat tinggal sementara.

Baca Juga:   162 Ribu Pengguna Manfaatkan LRT Jabodebek Selama Libur Panjang Iduladha

“Peristiwa longsor terjadi di wilayah Kampung Cipadung, Desa Bojong, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut – daerah yang dikenal memiliki kontur tanah rawan longsor saat musim hujan. Longsor terjadi pada Minggu dini hari, sekitar pukul 03.30 WIB, saat sebagian besar warga masih tertidur,” jelas Kapolsek Banjarwangi, Ipda Ipar Suparlan.

Menurut dia, curah hujan yang sangat tinggi dan berlangsung cukup lama menjadi penyebab utama terjadinya pergerakan tanah di wilayah tersebut.

Baca Juga:   Tanah Longsor Hantam Rumah Warga di Karangtengah, Kerugian Material Capai Rp10 Juta

Kapolsek Banjarwangi beserta anggota langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) dan membantu proses evakuasi korban. Selain itu, pihak kepolisian juga mengimbau warga sekitar untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih belum stabil.

Hingga saat ini, aparat bersama warga setempat masih melakukan pembersihan puing-puing dan pendataan terhadap kerusakan akibat bencana tersebut. Pemerintah desa juga diminta segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut. ***

Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *