Berita

Tanah Longsor di Banjarwangi yang Tewaskan Anak 10 Tahun, Tim Gabungan Tanggap Darurat Sejak Dini Hari

×

Tanah Longsor di Banjarwangi yang Tewaskan Anak 10 Tahun, Tim Gabungan Tanggap Darurat Sejak Dini Hari

Sebarkan artikel ini
Aparat kepolisian bersama warga berkumpul selepas melakukan evakuasi terhadap korban tanah longsor di Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut.

GOSIPGARUT.ID — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Banjarwangi sejak Minggu malam, 3 Agustus 2025, menyebabkan terjadinya bencana tanah longsor di Kampung Cipongpok RT 05 RW 01, Desa Tanjungjaya. Akibat kejadian tersebut, seorang anak perempuan berusia 10 tahun meninggal dunia setelah tertimpa material bangunan rumahnya.

Tanah longsor menerjang satu unit rumah warga sekitar pukul 01.00 WIB pada Senin dini hari, 4 Agustus 2025. Rumah yang dihuni seorang ibu dan anak itu berada tepat di bawah tebing setinggi tujuh meter. Saat longsor terjadi, anak perempuan bernama Gina (10) sedang tidur di ruang tengah bersama ibunya dan tertimpa material bangunan. Sang ibu selamat, namun Gina meninggal dunia di lokasi.

Tim gabungan yang terdiri dari Polsek Banjarwangi, Koramil, Satpol PP, Tagana, dan unsur masyarakat segera bergerak ke lokasi setelah mendapat laporan. Kapolsek Banjarwangi, Ipda Ipar Suparlan, memimpin langsung proses evakuasi dan penanganan darurat di lokasi bencana.

Baca Juga:   Bupati Garut: Banjir Cigedug Diduga Akibat Kerusakan Hutan Perhutani

Peristiwa ini terjadi di Kampung Cipongpok, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, pada Senin dini hari. Hujan intens yang mengguyur sejak Minggu sore hingga malam diduga menjadi pemicu utama longsoran.

Menurut Kapolsek, rumah korban berada di bawah tebing tinggi yang rawan longsor. Kondisi tanah yang labil akibat curah hujan ekstrem menyebabkan tebing longsor secara tiba-tiba. Longsor susulan sempat terjadi, menghambat proses evakuasi yang dilakukan warga dan petugas.

Baca Juga:   Bocah 9 Tahun Diduga Hanyut di Sungai Cikandang Garut, Tim Gabungan Sisir Aliran hingga 3 Kilometer

Petugas segera melakukan pengecekan lokasi, mendata saksi dan korban, serta memberikan imbauan kepada warga sekitar agar lebih waspada menghadapi potensi longsor susulan. Jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan, sementara aparat masih bersiaga di lokasi guna melakukan pemantauan lanjutan.

“Kami imbau warga yang tinggal di kawasan rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama selama musim hujan berlangsung. Kami juga tetap siaga untuk mengantisipasi bencana lanjutan,” ujar Kapolsek Ipda Ipar Suparlan. ***

Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *