Berita

Mimpi Jadi Dokter, Keysa Si Gadis Tangguh dari Pamulihan Diundang Gubernur Dedi Mulyadi

×

Mimpi Jadi Dokter, Keysa Si Gadis Tangguh dari Pamulihan Diundang Gubernur Dedi Mulyadi

Sebarkan artikel ini
Camat Pamulihan dan Kepala Desa Garumukti menyambangi Keysa Rianti di SMP Negeri 1 Pamulihan terkait undangan ke Lembur Pakuan, Jumat (1/8/2025) besok.

GOSIPGARUT.ID — Tak pernah disangka oleh Keysa Rianti (15), gadis belia asal Desa Garumukti, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut, bahwa langkah kakinya yang menembus dinginnya kabut setiap pagi akan membawanya hingga ke perhatian orang nomor satu di Jawa Barat.

Keysa, pelajar SMP Negeri 1 Pamulihan yang dikenal gigih dan penuh semangat meski hidup dalam keterbatasan, mendapat undangan khusus dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Undangan itu membuat hatinya campur aduk antara bahagia dan tak percaya.

“Yah senang, karena sudah diundang. Kaget juga, masih merasa mimpi,” ucap Keysa polos, matanya berbinar saat ditemui di sekolahnya, Kamis (31/7/2025).

Baca Juga:   KIP Dicairkan Pihak Sekolah, 67 Siswa SDN 1 Garumukti Pamulihan Gigit Jari, Pengaduan Tak Digubris

Keysa adalah satu dari puluhan anak Desa Garumukti yang setiap hari berjalan kaki ke sekolah tanpa sarapan, hanya bermodal semangat dan cita-cita besar. Sejak kehilangan ayah kandungnya semasa SD, ia hidup bersama ibu dan dua saudaranya, meniti hari dengan perjuangan yang tak ringan.

Berangkat selepas subuh, Keysa bersama teman-teman se-desanya menyusuri jalanan desa yang berkabut. Uang jajan hanya Rp5 ribu hingga Rp10 ribu sehari, namun semangatnya menuntut ilmu tak pernah surut. Mimpi menjadi dokter menjadi suluh dalam langkah-langkah kecilnya.

Kisah inspiratifnya menyentuh hati publik hingga sampai ke telinga Gubernur Dedi Mulyadi. Undangan dari sang gubernur menjadi bukti bahwa perjuangan kecil pun mampu menggema hingga ke tingkat tertinggi kepemimpinan daerah.

Baca Juga:   Dua Kampung Terisolasi di Pamulihan Akan Segera Terhubung Jalan Mobil

Kepala Desa Garumukti, Ede Sukmana, menyatakan bahwa sekitar 50 siswa dari kampung-kampung seperti Cibitung, Kubang, dan Pasirgarut, terbiasa berjalan kaki ke SMP Negeri 1 Pamulihan.

“Sempat kami bantu transportasi, tapi karena terbentur anggaran dan regulasi, akhirnya tidak bisa dilanjutkan,” kata Ede.

Ede mengakui, biaya untuk memfasilitasi seluruh siswa mencapai sekitar Rp300 ribu per hari. Jumlah yang cukup besar bagi anggaran desa, dan tidak mungkin dibantu satu-dua anak saja karena akan menimbulkan kecemburuan sosial.

Baca Juga:   Jadwal Layanan SIM Keliling Wilayah Garut pada Hari Selasa 22 Maret 2022

“Kami berharap ada solusi dari pemerintah provinsi atau pusat agar anak-anak ini mendapat fasilitas transportasi yang layak,” harap Ede.

Kisah Keysa bukan sekadar cerita tentang pelajar miskin, tapi juga tentang semangat, keteguhan, dan harapan. Kini, setelah mendapat perhatian dari Gubernur Dedi Mulyadi, jalan menuju mimpi itu semakin terbuka. Semoga langkah kecil Keysa menjadi inspirasi besar bagi kita semua. (Ai Karnengsih)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *