GOSIPGARUT.ID — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Garut suda tujuh kali mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam pengelolaan keuangan setelah melalui audit dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Bandung.
Dari tujuh kali raihan opini WTP yang diperoleh Baznaz Garut tersebut, empat di antaranya diraih semasa Abdullah Efendi yang kini tengah memimpin lembaga itu hingga tahun 2026 mendatang.
Abdullah Efendi mengungkapkan, mulai tahun 2025 ini, pengelolaan keuangan Baznas, selain diaudit oleh KAP juga diaudit secara syariah. Sehingga pemeriksaannya lebih ketat dan detil soal keabsahan syar’i-nya.
“Sesuai Undang Undang 23 tahun 2011 dan 14 tahun tahun 2014, laporan kinerja selama satu tahun harus disampaikan kepada Bupati dan Baznas provinsi. Maka kesempatan tadi baik sekali, kami menyerahkan pengelolaan kinerja Baznas tahun 2024 yang telah diaudit KAP Bandung dengan wajar tanpa pengecualian,” ungkap Efendi, usai pertemuan dengan Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin dan MUI Garut, Rabu (28/5/2025).
Ia mengaku gembira, karena laporan kinerja lembaganya diapresiasi bupati. Bahkan katanya, Bupati Syakur dan wakilnya Putri Karlina mulai tahun ini akan berzakat melalui Baznas bukan lembaga zakat yang lain.
Efendi menambahkan, bupati juga mengapresiasi bantuan Baznas kepada belasan korban tragedi ledakan pemusnahan bom di Kecamatan Cibalong, serta bantuan bantuan lainnya yang sesuai SOP dalam penyaluran bantuan berdasarkan program yang ada.
“Kita juga sudah memiliki ambulan yang sudah dilengkapi peralatan medis sesuai standar medis, ada oksigen, dan lain lain. Nanti kita akan bekerja sama dengan UPZ Dinas Kesehatan, bagaimana supaya ada perawat yang bisa menemani pasien di ambulan apabila emergency,” katanya.
Efendi menyampaikan, rencananya mobil ambulan milik Baznas itu akan diresmikan pemakaiannya oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin.
“Pak Bupati juga menyarankan, agar segala kegiatan Baznas terutama penyaluran bantuannya,” pungkasnya. (Yuyus)



.png)





















