GOSIPGARUT.ID — Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, sebanyak 100 peserta dari berbagai daerah mengikuti Pelatihan Juleha Asuh (Juru Sembelih Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) di Pondok Pesantren Al Yumna, Kampung Leuweunggaha, Desa Pamekarsari, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Minggu (10/5/2026).
Kegiatan yang digelar bekerja sama dengan DPD Juleha Kabupaten Garut, DPD PUI Kabupaten Garut, MUI Kabupaten Garut, serta Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Garut itu menjadi salah satu upaya meningkatkan kompetensi juru sembelih halal menjelang momentum Idul Adha.
Peserta tidak hanya berasal dari Kabupaten Garut, tetapi juga dari Tasikmalaya, Sumedang, hingga Kabupaten Bandung. Mereka tampak antusias mengikuti pelatihan sejak pagi hingga selesai.
Ketua Panitia Pelaksana, Ustadz Iip Abdul Malik, mengatakan pelatihan tersebut rutin dilaksanakan setiap menjelang Idul Adha dan tahun ini merupakan penyelenggaraan yang kelima kalinya.
“Kegiatan ini dilakukan menjelang Idul Adha dan Alhamdulillah diikuti lebih dari 100 peserta dari hampir seluruh kecamatan di Garut, Tasikmalaya, Sumedang, dan Kabupaten Bandung,” ujar Iip.
Menurut dia, meningkatnya kebutuhan juru sembelih halal di berbagai DKM dan lingkungan masyarakat menjadi alasan penting pelatihan tersebut terus dilaksanakan.
Selain memahami tata cara penyembelihan sesuai syariat Islam, peserta juga dibekali pengetahuan mengenai kesehatan hewan kurban dan penanganan daging pasca-sembelih agar aman dikonsumsi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi dari Tim DPD Juleha Kabupaten Garut yang dipimpin Ustadz Dodit Alidin, Kasi PD Pontren MUI Kabupaten Garut KH Badrul Munir Gozali, M.Ag, serta drh. Anang Hermawan dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Garut.
Materi yang diberikan meliputi fikih kurban, teknik penyembelihan halal, kesehatan hewan, hingga praktik langsung penyembelihan sapi.
Pada sesi praktik, peserta dilatih mulai dari teknik asah bilah, tali-temali, teknik perobohan hewan, proses penyembelihan, hingga penanganan pasca-sembelih dengan memotong seekor sapi.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Peserta aktif bertanya mengenai berbagai persoalan yang sering ditemui saat pelaksanaan kurban di lapangan.
Beberapa pertanyaan yang muncul di antaranya terkait hukum kurban arisan, hewan kurban yang belum cukup umur tetapi berbobot besar, hewan cacat, daging bercacing, hingga distribusi daging kurban yang dinilai tidak merata.
Para pemateri menjawab pertanyaan tersebut dari sudut pandang syariat maupun kesehatan hewan secara lugas dan mendalam.
Ketua DPD Juleha Kabupaten Garut periode 2020-2026, Ustadz Dodit Alidin, mengapresiasi konsistensi Ponpes Al Yumna dalam menggelar pelatihan tersebut.
Ia mengungkapkan, sejak awal berdiri, Juleha di Kabupaten Garut mendapat dukungan penuh dari MUI dan Pemerintah Kabupaten Garut.
“Alhamdulillah, sejak awal berdiri Juleha di Kabupaten Garut mendapat dukungan luar biasa dari para sesepuh MUI dan Pemerintah Kabupaten Garut hingga kini sudah terbentuk di 22 kecamatan dan seluruhnya bersertifikat,” kata Dodit.
Selain mendapatkan sertifikat dan kaus pelatihan, peserta juga memperoleh kesempatan membawa pulang doorprize berupa pisau, bedog, rompi, tas, topi, dan berbagai hadiah lainnya.
Sementara itu, Ustadz Iip Abdul Malik berharap pelatihan tersebut dapat menjadi bekal sekaligus sarana silaturahmi bagi para juru sembelih halal di berbagai daerah.
“Kami berharap kegiatan ini bermanfaat dan ilmu yang didapat bisa dipraktikkan di daerah masing-masing agar pelaksanaan kurban semakin baik sesuai syariat dan standar kesehatan,” pungkasnya. (Ai Karnengsih)



.png)
















